Thursday, 8 August 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.

Assallamualaikum...
Ijinkan saya bercerita diiringi permintaan maaf.
Maaf atas dering dihandphone dibarengi pesan ini.
Maaf atas kata yang tertulis dan pasti terbaca disetiap kalimat.
Maaf atas lisan yang menjadi sumber pesan ini,lisan yang selalu sadis menyakiti hati.
Maaf atas tangan yang bergerak melalui diksi ini.
Maaf atas semua anggota tubuh yang bermuara dengan kasar atau halus.
Khilaf bersumber karna saya insan.
Segala khilaf,baik anggota tubuh,jiwa maupun hati,saya dengan bersimpuh dan bersimbah meminta maaf.
Segala salah dan dosa,dari kata,ucapan,tulisan maupun cinta,saya dengan ringkih meminta tulus dengan tulis,yang sebesar-besarnya.

Ijinkan saya akhiri dan meminta semua dosa lebur.

Asep Miftahul Anwar Muhammad Shultan beserta orang-orang yang saya sayangi

Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Ja'alanallahu Minal 'Aidin
wal Faizin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
Share:

"Semoga kau sembuh"

Tak ada gunanya kita mencari mengejar mimpi
Kau berpacu memburu langit yang sangat tinggi
Dan apa yang kita jalani dan hadapi
Ketika semua membuatmu buta,mengosongan jiwa.

Dan keputus-asaan muncul kembali menggenggam diri
Aku menunggu seluruh waktu macu jantungku
Seolah berhenti berdetak, bergerak dan berharap
Semoga keheningan doa,mengobati luka.

Dalam tangis dan tawa kurawat jasadmu
Mencintai diriku
Beberapa jiwa yang aku jaga terbaring tak berdaya
Untuk ini kukorbankan dalam waktu berlalu.

Dan akhir yang bahagia
Melayani waktu melewati rinduku
Menyanjung harapan menghentikan perang
Doakanlah yang telah tiada
Semua ini kulakukan selama waktu berlalu
Semoga kau sembuh.


Semoga kau sembuh
Share:

Monday, 8 July 2013

Marhaban ya Ramadhan...

Yang Awal Ramadhan hari selasa Kiblatnya Ka'bah dibarat...
Yang Awal Ramadhan hari rabu juga Kiblatnya Ka'bah dibarat...

Yang awal Ramadhan hari selasa,itu Muslim.
Yang awal Ramadhan hari rabu juga itu Muslim.

Yang awal Ramadhan hari selasa kitabnya Al-Qur'an...
Yang awal Ramadhan hari rabu juga kitabnya Al-Qur'an...

Menentukan memakai Hisab atau Wujudul Hilal tetap saja kita satu arah 'Islam'

Sudahlah kita satu saudara,perbedaan itu anugerah.
Kita manusia tidak ada yang paling bisa membenarkan.

Yang terpenting yakin pada pegangan dan mempelajarinya,masalah siapa yang benar dan salah hanya 'Dzat-Nya' yang tahu.
Share:

Saturday, 22 June 2013

BBM naik bikin galau?

Seminggu ini saya tidak membaca koran,melihat berita di televisi atau browsing portal berita.
Ternyata sayapun tertinggal informasi banyak.
Bahan bakar minyak/BBM yang telah diributkan sebulan yang lalu ketika ada rencana untuk dinaikan,kemarin akhirnya benar-benar dinaikan juga.

Saya orang yang mendukung kebijakan ini,oke ini terdengar agak berlawanan tapi saya serius. Rata-rata orang yang mengeluh kenaikan harga BBM tidak tahu letak permasalahan 'kenapa BBM naik','kenapa ada kebijakan ini' dan rata-rata hanya 'ikut-ikutan' mengeluh.
Kita tidak mencari sebab musabab kenapa harus naik,kita tidak mencari tahu berapa harga minyak bumi sekarang,kita tidak mau tahu indek kenaikan harga diseluruh dunia bahkan kita tidak tahu kalau ini merupakan indek kolaps-nya keuangan negara benua biru.

Lagipula kenapa harus menggerutu ketika BBM naik,toh kita masih mampu membeli-nya,saya yakin 80% orang indonesia masih mampu beli BBM,kenapa?

- Kita masih mempunyai kendaraan toh,jual kendaraan kita jika tidak mau kena imbas BBM naik
- Kita masih mampu berlangganan paketan internet tiap bulannya,apalagi yang punya Gadget BlackBerry,paket Full servis aja mampu. Lah,kenaikan BBM yang tidak seberapa,mengeluh. Malu lah pada Handphone yang ada di saku kita.
- Berapa sering kita membeli Sebungkus racun yang ada dalam rokok,yang bahkan tiap bulan menaik harga-nya tapi tetap kita beli,kita tidak mengeluh dan berdemo.

Ah,sudahlah...kita memang paling mudah mengekang suatu kebijakan tanpa mengetahui dulu untuk apa kebijakan itu.

Benar apa yang dikatakan Wiji Tukul {yang tidak tahu beliau,berarti kalian terlalu lama berdiam di Goa,silahkan Googling}

" jika kau tak berani lagi bertanya...
kita akan jadi korban keputusan-keputusan...
jangan kau penjarakan ucapanmu...
jika kau menghamba pada ketakutan...
kita akan memperpanjang barisan perbudakan"

Atau mau balik lagi ke jaman Bapak jenderal yang selalu tersenyum itu,yang kata-nya jaman itu Indonesia makmur...Are you drunk? Jaman itulah yang membuat kita menanggung hutang 2.000.000 perkepala seluruh Indonesia.

Ditulis ketika Sedang mengigau dibawah pohon cemara yang rindang,ditemani kupu-kupu hitam.
Berharap ketika bangun telah siap dengan serangan ribuan opini.
Share:

Friday, 24 May 2013

Kisah ini telah menjadi kisah

Tuhan...
Di ujung persinggahan ku merajuk padamu...
Melalui bait-bait do'a...
Kini kisah ini terkoyak...
Hancur...Bahkan berkeping-keping...
Entah siapa yang memulai pertikaian...
Yang pasti kini bukan lagi menikai tapi menikam.

Tuhan...
Kau lebih tahu...
Dari dia dan mereka yang tahu...
Tahu hanya sebatas tahu...
Tanpa memberi tahu...
Dan tak mencoba mencari tahu.

Tuhan...
Kini hanya alam yang menjadi curahan jiwa...
Tanpa memahami dan tak bisa mengerti...
Di satu sisi,kini seperti malaikat riang...
Sisi lain bertopeng iblis jahanam.

Tuhan...
Kisah ini telah benar-benar menjadi kisah...
Kisah yangh akan terkisahkan...
Kisah yang dipisahkan oleh kisah lain...
Biarlah,kisah yang manapun yang akan berakhir senyum...
Kisah ini akan menjadi kisah untuk ku sendiri.



Share: