Showing posts with label Elegi. Show all posts
Showing posts with label Elegi. Show all posts

Friday, 13 March 2015

Balada Balon dipesta kemeriahan.

Sebuah pesta akan indah dan meriah ketika pernak pernik disana sini, lengkap...
Yang sebenarnya tidak penting2 amat, bahkan kadang tidak ada yang sadar & peduli pada hiasan ini.
Balon udara, ia indah penuh warna, berkilau ketika tersinar cahaya lampu. Balon ini biasa menghiasi pesta2 kemeriahan. Tidak sepenuhnya pesta hanya untuk kemeriahannya saja, setelah pesta usai, nasib balon hanya 2 pilihan : diterbangkan atau diledakkan, sama2 menyakitkan.
Anak2 kecil akan merengek ketika balon miliknya, meledak atau terbang, ia akan menangis sejadi2nya, bentuk kehilangan yang sangat jarang didapat untuk sebuah balon.

Namun...........

Kita bukan lagi anak kecil yang harus merengek ketika kehilangan sesuatu...seperti balon udara.

Tapi tetap saja ketika balon 1 warna saja hilang, warna lain terasa kurang sempurna...
Kita mungkin bisa merengek untuk membeli balon dengan warna sama, tapi ini hidup ketika sesuatu hilang & meledak, ya hilang, tak ada tempat untuk membelinya lagi...
Satu2nya jalan lupakan & tetap jaga warna lain yang belum meledak, karena suatu saat kapanpun warna yang lain bisa saja meledak lagi.

Maka pegang erat warna balon lain yang masih kita punya.

Warna apapun sebelum meledak ia hanya terlihat tidak indah, namun setelah meledak maka akan sadar warna warna itu yang membuat keindahan seutuhnya.

Balon tetaplah balon, ada untuk memeriahkan, setelah yang meriah usai, ia hanya akan diterbangkan ke udara, begitu saja, tanpa salam tanpa permisi.
Namun setidaknya balon pernah menjadi bagian cerita dari kemeriahan, sama seperti hidup : meriah, usai, mati begitu saja namun sama seperti balon tadi setidaknya kita pernah jadi bagian suatu kemeriahan.

Kini tinggal balon2 warna lain yang akan menggantikan & kita sebagai balon yag telah diterbangkan jangan pernah ceritakan pada balon baru, bahwa ia akan dicampakkan setelah pesta kemeriahan usai. Biarlah ia menjadi warnanya sendiri : merah, hitam, hijau, biru, putih bahkan magenta, karena setiap balon punya ceritanya sendiri dipestanya masing2 dan ketika diterbangkan akan singgah ditempat berbeda2.

Ya kita bukan anak kecil lagi yang harus merengek meminta balon yang meledak dibuat ulang.
Sekarang kita hanya cukup melihat balon2 baru ini, akan bersiap memeriahkan sebuah pesta. Balon2 ini akan berwarna sangat mengkilau, cerah, indah & disukai semua pengunjung pesta.
Dan kita hanya perlu tersenyum & tertawa untuk semua kelucuan ini.

Mari sambut balon baru.



Share:

Saturday, 7 June 2014

Manusia dalam Frame gambar yang penuh warna.

Apa yang indah dari suatu gambar atau lukisan?
Kombinasi, ya kombinasi. Penyatuan.
Apa yang indah dari warna atau sketsa?
Beda, ya beda. Perbedaan.
Apa yang indah dari kain atau rajutan?
Pelindung, ya pelindung. Melindungi.

Apa yang damai & indah dari  "warna yang tergambar pada sebuah kain"?
Perbedaan yang menyatukan dan akan saling melindungi.

Apa yang indah dari cahaya atau nur?
Terang, menunjukan, kejelasan.
Apa yang indah dari bintang atau gemerlapnya?
Futuraristik, berkarakter.
Apa yang indah dari malam atau gelapnya?
Sepi, damai, menenangkan.

Apa yang agung dan indah dari " cahaya bintang yang kemerlap di tengah malam"?
Sesuatu karakter yang menunjukan jalan pada ketenangan dan damai.

Apa yang kudus dari manusia?
Logika,pemikiran.
Apa yang kudus dari alam?
Dediksasi, memberi.
Apa yang kudus dari Tuhan?
Sempurna, kesempurnaan.

Apa yang agung dan kudus dari  "diciptakannya manusi, alam oleh Tuhan"?
Akh, tak perlu terjawab ataupun dijawab karena setiap jawaban dari jawaban itu sendiri ada di setiap frame gambar yang sudah berwarna.  Lihatlah.


Pada akhirnya makhluk tidak lebih dari sebuah frame gambar yang berwarna.












 


 
 
Share:

Monday, 19 May 2014

Bantal lusuh yang basah


Nak, hari ini matahari telah terbit dan kau masih terbaring lemas.
Nak, hari ini begitu cerah, coba gerakan sedikit tubuh mu.
Nak, hari ini embun mulai kering, coba kau intip melalui jendela.
Nak, hari ini orang lain mulai beraktifitas, coba kau ikuti.

Nak, coba kau lihat jam dingding yang bergerak pelan tapi pasti.
Nak, coba kau hitung sudah berapa lama kau berbaring.
Nak, coba kau teliti selimut mu sudah mulai lusuh.
Nak, coba, cobalah untuk mencoba.

Nak, matahari sudah menyingsing dan kemilau dan kau tetap saja diam.
Nak, hari ini bukan lagi sudah cerah namun sudah mulai menyengat.
Nak, embun sudah tak nampak bahkan bau segarnya pun sudah hilang.
Nak, kapan kau mau mencoba? 

Nak, lihat debu disekitar kasur mu.
Nak, rasakan sendimu sudah meminta di gerakan.
Nak, aliran darah mu butuh penyegaran.
Nak, kau tak mau sedikitpun mencoba?

Nak, berapa lama lagi kau terbujur diam?
Nak, berapa lama lagi kau biarkan jam dingding berputar?
Nak, berapa lama lagi kau biarkan seluruh anggota tubuh mu mati suri?
Nak, sedikit saja mencoba, sekali saja.

Nak, kau hanya menungu mati?
Nak, kau hanya habiskan waktu yang tersisa?
Nak, kau masih hidup kah?
Nak, tak apa, kau tak mencoba namun bergeraklah.

Nak,bantal mu sudah lusuh dan basah.











Share:

Monday, 17 February 2014

Mari bermain di dunia pararel...

Di waktu ini saya sedang di dunia pararel.
Saya sedang kagum dengan dunia ini,dunia yang tak terbatas.

Saya agak sedikit udik/kampungan di dunia baru ini.
Saya bingung dengan semua yang saya lihat,sangat bingung.
Bingung ketika melihat dewa Zeus marah kepada beberapa rasi bintang karena tak menurunkan hujan hari ini. Di dunia saya tidak pernah terlihat dewa zeus semarah ini.

Saya mulai ingin bertanya kepada makhluk2 lain di dunia pararel ini.
Tapi saya urungkan,dari mimik muka mereka,mereka juga nampaknya kebingungan.
Saya membaca beberapa tulisan,seperti sandi di tembok kaca tapi saya tak paham. 
   A+B+C=Z
   Z-X-Y=A
   1=3-2+5=10
Ini apa? sandi apa yang sedang mereka tulis? tutorial mana yang harus saya padukan?

Dari pertama saya di dunia pararel ini,ada suara yang saya dengar.
Suara seperti teriakan tapi bernada,seperti not-not irama musik Jazz,namun tidak ada lirik.
Entahlah mungkin itu,dendang pasutri-nya dewa yang sedang menghibur.

Oh iya,disini juga ada beberapa photo yang tak berbingkai,hanya menggantung saja.
Tidak aneh,karna memang disini tidak ada grafitasi.
Photo beberapa wajah yang samar,tapi rasanya,saya mengenalnya,entah siapa dan dimana.
Dejavu kah? tapi dejavu tidak sedetail ini.
Lagi-lagi saya merasa udik. Ah,bias lebih tepatnya.

Konon yang saya dengar,didunia ini ada beberapa raksasa yang punya sifat berbeda-beda.
Seperti raksasa dengan sifat murung,raksasa bersifat egois,bersifat mengeluh bahkan ada yang bersifat narsis.
Raksasa ini ditemani oleh beberapa kurcaci,yang fungsinya kurcaci ini adalah untuk menenangkan sifat masing-masing raksasa tadi. Jadi kurcaci ini memiliki sifat kebalikan dari raksasa yang ia temani. Semacam timbal balik atau sebab akibat,mungkin.

Ah,dunia pararel ini memang penuh teka-teki,kadang kita menemui dewa Zeus,kadang pula akan menemuai dewa-dewa Yunani kuno lain atau kalau lagi mujur bisa menemui sekelompok dari gareng,petruk atau semar. Saya hanya melihat dewa Zeus,pertama tadi.

Kali ini,saya mendekati dewa Amor yang sedang mengaduk-aduk semacam tinta berwarna.
Ada beberapa makhluk mengantri dibawah tempat duduknya,saya ikut mengantri,karna penasaran saja dengan tingkah makhluk lain.
Makhluk-makhluk ini akan pergi setelah badanya di lumuri oleh tinta yang di aduk-aduk tadi,hem,semakin membuat penasaran.

Tiba gilaran saya,saya mendekat...
Dewa Amor,nampak muka bertanya-tanya...
Dia tidak melumuri saya dengan satu warna-pun dari tinta itu...
Ia hanya berbisik lirih...
"Raksasa bersifat apa yang kau temui?"
Hah,saya harus menemui raksasa-raksasa itu dulu?
Jadi raksasa-raksasa itu benar adanya?
Hah,permainan macam apa ini?
Dunia macam apa ini?

Kemudian saya terpejam dan dilempar secara paksa,entah kemana.
















 
Share:

Saturday, 15 February 2014

Saya tidak sedang elegi...

Mari kita mulai sajak ini dengan permulaan.
Awal tak sama dengan permulaan.
Mari kita anggap bahwa sajak ini tak berdosa.
Tak berdosa,berbeda dengan suci.
Mari kita sejenak amnesia,melupa.
Lupa tidak harus melupakan.
Mari kita berelegi dalam ke satiran.
Elegi bukan hanya tentang perasaan.

Jika permulaan kita anggap semua tak berdosa,jika permulaan kita sengaja melupa maka hasil akan berbuah satir.
Jika awal,kita sudah menganggap suci,jika awal kita melupakan maka akhir akan mendapat elegi.

Malam ini,kita tidak mengayuh kereta kencan bersama,seperti malam-malam sebelumnya.
Malam ini,tidak terdengar suara lirih desahmu di telinga,hanya sayup-sayup nyanyian dengkur dari kiasan fatamorgana.
Malam ini,saya mulai ingin ke entah berantah atau terjerumus di lubang tanda tanya.
Namun ini hanya ke satiran.

Senja ini,senja kita...Dulu.
Kini,senja ku dan senja mu masih sama,berdua kita melewati tapi tidak dengan genggaman.
Malam ini berbintang,bintang dengan kilau sama.
Bintang yang mungkin kita beri nama bersama,tapi malam ini bintang ini tak bernama.
Saya,kini hanya bermain angan-angan,berpaju di lembah pararel atau klise,entahlah.
Namun ini hanya sebuah elegi.

Dan mari kita akhiri sajak ini.
Ingat,akhir bukan berarti berakhir.
Mari kita meredup.
Redup bukan berarti padam.
Ada fatamorgana,klise,pararel dan kamuflase.
Ada elegi,satir dan romantic.
Ada tanda tanya disetiap tanda seru.
Ada pilihan diantara sajak.

Dan saya memilih menuju lorong satir dengan debu di pundak. 
















Share:

Wednesday, 12 February 2014

Ada apa,dibalik "tidak ada apa-apa"?

"It's oke,semua akan baik-baik saja"...
"Tenang,semua akan indah pada waktunya"...
"Tersenyumlah,masih ada harapan untuk hari esok"...
"Tidak apa-apa,kamu hanya kurang beruntung"...

Sering mendengar kalimat-kalimat diatas?
Atau bahkan sudah terlalu sering?
Atau tiap hari,kata-kata itu terngiang?

Kata-kata yang akan sering terdengar,jika kita ada di posisi buruk,tak menguntungkan,lunglai bahkan terluka.
Orang-orang sekitar,orang-orang yang kita sayang,akan mengucapkannya,akan mengatakan dengan rasa iba atau kasihan.
Dan dengan sendirinya kita akan menjawab "saya baik-baik saja", "tidak apa-apa", "ini hanya sementara kok".
Entah jawaban itu,perasaan yang sebenarnya atau hanya untuk menenangkan diri saja.

Jika tiba-tiba teman kita sakit,lalu kita menjenguk dan bertanya "kenapa dia"?
Dengan seolah yakin dia akan jawab "saya tidak apa-apa,hanya tidak terlalu fit".Padahal dia kena kanker.
Jika,suatu saat kita melihat sebuah kecelakan ditengah jalan,lalu si koran dengan penuh darah,luka dan sedikit lunglai ditanyai "kau tidak apa-apa?" dengan yakin menjawab "saya tidak apa-apa hanya sedikit luka". Padahal darah bercecer dimana-mana.

Lihatlah,seorang anak kecil di kota metropolitan,berlari-lari mengejar bis untuk mengamen,dia tak sekolah,dia seperti tak punya masa depan bahkan dia tak tahu siapa orang tuanya. Dan ketika secara iseng kita tanyai "Bagaimana hidupnya?" dengan sedikit selengean di jawab "tidak apa-apa,bawa asyik aja".
Atau berapa banyak seorang gadis yang sebenarnya merasa sakit hati,ketika pria yang ia cintai lebih memilih wanita lain atau selingkuh dengan wanita lain. Ketika ditanyai "kamu kecewa,kamu sakit hati?" gadis itu selalu jawab "Bagian dari cinta adalah kesakitan dan aku sepenuhnya tidak terlalu sakit". Padahal tiap malam dia harus menangis,ketika melihat photo kekasihnya.

"Tidak apa-apa", "Enggapapa ko", "Sudah biasa,santai", "Tenang,baik aja"....
Adalah kalimat-kalimat yang punya 2 sisi makna,satu sisi untuk menenangkan diri sendiri,sisi lain adalah topeng untuk tak terlihat terluka.
Kata,yang seolah ingin membuat kita tegar,membuat kita berusaha menerima semua konsekuensi dalam hidup,membuat seolah kita kuat,tangguh bahkan terkadang mengucapkan kata diatas hanya untuk spirit untuk lekas bangkit.

Jadikanlah kata diatas sebagai mood boster,sebagai topeng bahwa kita lemah,seolah-olah kita kuat,semoga kita memang benar-benar kuat. 
Karna terkadang harus membual terlebih dahulu untuk tahu arti kejujuran.
Setelah semua benar-benar "tidak apa-apa",bangkitlah,selalu ada harapan cahaya setelah kegelapan.
Dan memang tidak ada apa-apa dibalik tidak ada apa apa.







Tulisan ini di dedikasikan untuk orang-orang yang selalu melawan setiap rasa sakit,jatuh,terpuruk dengan senyum dan tawa.
Untuk orang-orang yang selalu membuat orang disekitar merasa semua baik-baik aja.
















Share:

Monday, 10 February 2014

Mesin Penenun Hujan

Merakit mesin penenun hujan,hingga terjalin terbentuk awan.
Semua tentang kebalikan.
Terlukis,tertulis,tergaris diwajahmu.

Keputusan yang tak terputuskan,ketika engkau telah tunjukan.
Semua tentang kebalikan,kebalikan diantara kita.

Kau sakiti aku,kau gerami aku.
Kau sakiti,gerami,kau benci aku.
Tetapi esok nanti kau akan terdasar,kau temukan seorang lain yang lebih baik.
Dan aku akan hilang,ku akan jadi hujan,tapi tak akan lama,ku akan jadi awan.


Share:

Friday, 7 February 2014

We are not alright

Saya masih disini,dilorong kota,dimana kita pernah melewatinya.
Saya masih disini,ditaman,kita pernah berpuisi disini.
Saya masih disini,dilantai ini ,dimana dulu kita menghabiskan waktu & bercumbu.
Saya masih disini dengan semuanya disini,dengan A-Z,dari 0-9,hari ini.
Tapi saya tidak janjikan,saya tidak akan bersumpah bahwa esok,lusa dan waktu lain saya masih disini.

Semuanya tak pasti karna tidak ada yang pasti selain Tuhan & ketidak pastian.
Karna terkadang kita harus meredam ego untuk merasakan ketulusan.
Kita harus membual demi sebuah kejujuran.
Kita harus merasa mati suri untuk menikmati hidup.
Kita terkadang harus membunuh teman untuk menjadi teman terbaik.
Kita harus mengiris setiap kepingan daging untuk tahu rasa luka.
Dan kita harus menjadi orang lain terlebih dahulu sebelum mengerti arti diri kita sendiri.

Percayalah,terkadang idealis akan terkikis oleh system dan situasi.
Percayalah jika kasih sayang terkadang hanya bualan sajak puisi & keindahan kata.
Percayalah,kadang manusia akan menjadi iblis,manusia plastik atau bahkan men-Tuhan-kan dirinya sendiri.

Bernyanyilah entah sebuah lagu elegi,satir atau romantic.
It's everything gonna be okay.
But....We are not alright.



Share:

Saturday, 14 December 2013

Konservatif...

Pagi...
Ku saksikan engkau tertunduk sendiri...
Dengan kostum mu yang berkilau...
Dan angin sedang kencang-kencang berhembus.
Di sekitar alam mu.

Siang...
Dan aku kan berada di teras rumah mu...
Saat air engkau suguhkan dan kita bicara tentang apa saja...
Coba paparkan kelesuan dengan tangisan mu...
Biar mentari menghangatkan...

Sial...
Lambat laun telah menjadi malam...
Dan kini telah gelas ketiga...
Jam sembilan malam,aku pulang.
Bintang pasti mendengar percakapan kita.

 
Share:

Saturday, 7 December 2013

BIG Theory.

Tulisan ini dibuat dengan kadar ke sombongan saya yang paling tinggi,tinggi didiri saya,tinggi di khayalak manusia lain. Diharap sediakan caci maki yang cukup,sediakan kondom sebagai alat pengaman ego atau tisu basah takut ditengah membaca ejakulasi.

Apa yang membuat seorang merasa manusia :
 - Memiliki alat vital.
 - Mengakui dia manusia dan Ke-Tuhanan Tuhan-Nya.
 - Dibaluti sombong dan ego yang mumpuni.

Nikmat mana yang paling indah :
 - Ejakulasi di saat yang tepat.
 - Nikmat diciptakan jasad manusia sebagai balutan jiwa.
 - Tertawa ketika sahabatmu menangis.

Seperti apa hal yang harus dibenci :
 - Ejakulasi dini dipelukan wanita bugil.
 - Di manusia-kan oleh manusia lain.
 - Ketika orang disekitar meraih bahagia.

Waktu yang indah dari alam :
 - Malam hari berpacu dipelana kencana diiringi desahan.
 - Berdialog dini hari dengan iblis durjana.
 - Menantang ombak disenja lalu membunuh kawan didermaga.

 Hal yang menjengkelkan :
 - Di senyumi seorang gadis.
 - Mati ditengah kata.
 - Terbunuh theory sendiri.

Detik ini yang ingin dilakukan :
 - Mengencani seorang wanita yang sedang membaca tulisan ini.
 - Membunuh manusia plastik yang sedang membaca tulisan ini.
 - Meranjam manusia yang ingin di manusia-kan dan sedang membaca tulisan ini.

Big Theory,big konsekuensi,big nalar.

" Dan sesungguhnya,tulisan ini akan melukai pembaca-nya sendiri,sebelum menyembah penulisnya".

Sombong? IQ???
 


Share:

Saturday, 28 September 2013

Semesta jalang

Mengabdi pada puisi beserta seluruh maknanya...
Membaptiskan diri pada sajak beserta kaidahnya...
Memaknai kalimat dengan cinta dan rindu...

Apa yang membuat manusia,melupakan alam-nya...
Apa alasan manusia tidak mencintai asal tanahnya...
Manusia memang makhluk bodoh.

Tawa matahari menyapa,aksara berubah bara...
Sedihnya rembulan sembunyi,hanguskan kertas...
Langit,langit...jangan runtuh sebelum sajak ini berakhir.

Ranting kering menuju surga,damailah...
Daun daun jatuh menyentuh tanah,terinjak,kotor...
Pohon tua bersandar,dimana sang air.

Hujan hari ini,hujanlah...
Hujan hanya khayalan,kiasan dalam kata...
Hujan tak akan turun,malah akan naik.

Mengabdilah pada puisi dan seluruh alam.
Baptiskan diri dengan sajak,mengabdi,seperti langit dan bintang-nya.
Maknai,pahami alam seperti memaknai cinta didalam rindu.

Sajak sajak terhapus dari kertas kayu...
Puisi luntur diatas kertas berpena oleh hujan...
Semesta,semesta...gonjang ganjing.
Share:

Tuesday, 10 September 2013

Pemikiran terbatas atau dibatasi?

Pernahkah kita berpikir atau memikirkan suatu hal yang sebenarnya diluar nalar kemanusian kita?
Atau terbesit pikiran yang mengganjal tentang suatu teori/pemikiran yang tak lazim?
Yang sering mungkin,mengambil pemikiran dari hal yang jarang orang pikirkan?
Misal,berpikir bagaimana bila jin/iblis berbaur dengan kita dengan terlihat? atau bagaimana bila manusia memikirkan tentang sisi sifat kemanusiannya?

Ya,saya adalah salah satu orang yang kadang suka berpikir radikal,memikirkan hal yang sebenarnya di luar nalar. Disengaja atau tidak,malah kadang tiba-tiba muncul begitu saja. Aneh,memang...atau mungkin bukan cuma saya,semua orang? atau lazimnya? atau kebanyakan?.
Sebenarnya tidak ada yang salah,asal masih dalam batasan,dalam arti batasan tidak boleh memikirkan Dzat-nya dan ke TuhanNya.
Saya kadang penasaran dan mencari ujung dari buah pemikiran,lebih bagus kalau mendapat jawaban namun kadang kala,saya merasa bersalah dan menyalahkan buah pemikiran ide sendiri karna takut menabrak batas tadi.

Ya ya ya,ide memang anugerah indah yang Tuhan berikan namun kadang kala bisa menjadi bumerang bila.............Ah,sudahlah.

Ngomong-ngomong...

Siapa yang pertama mensifati Tuhan dengan sifat ke TuhanaNya? Tuhan sendiri kah?

Dimana letak batas antara Halal dan Haram? Di warnakah? Di tempatkah? atau hanya pemisah kata?

Apa yang mendasari terciptanya mimpi didalam tidur? terjadwal? atau di acak?

Mana yang lebih hina,mencintai seorang gadis atau menyakiti seorang gadis? 

Dan kapan Tuhan........................Ah,sudah diambang batas.



 
Share:

Tuesday, 3 September 2013

Waktu untuk uang? Uang untuk waktu!!!

'Waktu adalah uang' begitulah ungkapan yang mungkin semua orang sudah tahu,kecuali bagi mereka yang lama diam di goa,kita semua akan setuju dengan ungkapan itu,mengangguk dan mengiyakannya.
Ya,waktu adalah uang,waktu adalah hal paling berharga dalam diri manusia setelah jasadnya,bahkan mungkin sudah satu paket bersama jasad,ibarat ABG sekarang dengan sifat alay-nya,satu paket tak terpisahkan. Seperti hal-nya uang,waktu akan terasa biasa saja,jika kita tidak bisa mengelola dan memamfaatkannya,tak berharga. Coba saja,diamkan uang-mu didalam dompetmu,beberapa masa-pun akan tetap sama nominal-nya,begitupun dengan waktu,anggap saja tak berharga maka akan menjadi tak berharga.
Kejar,gunakan dan mamfaatkan...Gunakan selayaknya,setepatnya,jangan over jangan kurang.
Ya,seperti minuman alkhol,kalian akan mabuk jika terlalu banyak menenggak-nya,waktu juga akan menjadi pisau bermata dua jika tidak dikelola.

Waktu adalah Limpahan uang tapi bukan hanya untuk mengejar uang,mempergunakannya,seharusnya hamburkan uang kita untuk waktu.

Ya,waktu...entah berwarna apa.
Entah berwajah atau berbentuk apa.
Entah seberapa kadar beratnya.
Tenang,menjelang mati,kita pasti akan tahu arti sebenarnya waktu.
 
Share:

Wednesday, 14 August 2013

Siapa,iblis?

Hidup ditengah iblis memang akan menjadikan kita iblis...
Namun tidak semua iblis berupa iblis,berwajah menyeramkan dengan sangar,darah bercecer dimana-mana,membawa tombak atau belati. Kadang kala iblis,terlihat mempesona,berwajah dermawan,harum mewangi katsuri bahkan memberi sesuap terigu atau setenggak air Zam-zam.
Bagi kita orang-orang yang hanya mengukur kadar kebenaran sesuatu hanya dari panca indra,akan sulit membedakan mana iblis dan mana bukan iblis.
Percayalah,tidak ada yang lebih sulit dari memilah memilih antara benar atau tidak benar.

Iblis iblis dermawan ini akan selalu terlihat seperti oase digurun pasir,menyejukan. Seperti balutan plastik mungil,pelindung kelamin yang disebut kondom,bagi mereka yang sering ejakulasi dini,menenteramkan.
Kita akan menggangguk,jika mereka menyuruh sesuatu atau menguncap keinginan,bukan karna kita takut tapi kita silau akan nur dimuka mereka.
Pertanyaannya,bagaimana agar kita bisa membedakan iblis-iblis ini? Mudah,ya sangat mudah.

Cukup,bercermin pada cermin lalu bercermin pada air,kalian akan tahu mana sesungguhnya iblis yang iblis,mana iblis yang berkedok iblis.
 
Share:

Thursday, 8 August 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.

Assallamualaikum...
Ijinkan saya bercerita diiringi permintaan maaf.
Maaf atas dering dihandphone dibarengi pesan ini.
Maaf atas kata yang tertulis dan pasti terbaca disetiap kalimat.
Maaf atas lisan yang menjadi sumber pesan ini,lisan yang selalu sadis menyakiti hati.
Maaf atas tangan yang bergerak melalui diksi ini.
Maaf atas semua anggota tubuh yang bermuara dengan kasar atau halus.
Khilaf bersumber karna saya insan.
Segala khilaf,baik anggota tubuh,jiwa maupun hati,saya dengan bersimpuh dan bersimbah meminta maaf.
Segala salah dan dosa,dari kata,ucapan,tulisan maupun cinta,saya dengan ringkih meminta tulus dengan tulis,yang sebesar-besarnya.

Ijinkan saya akhiri dan meminta semua dosa lebur.

Asep Miftahul Anwar Muhammad Shultan beserta orang-orang yang saya sayangi

Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Ja'alanallahu Minal 'Aidin
wal Faizin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
Share:

"Semoga kau sembuh"

Tak ada gunanya kita mencari mengejar mimpi
Kau berpacu memburu langit yang sangat tinggi
Dan apa yang kita jalani dan hadapi
Ketika semua membuatmu buta,mengosongan jiwa.

Dan keputus-asaan muncul kembali menggenggam diri
Aku menunggu seluruh waktu macu jantungku
Seolah berhenti berdetak, bergerak dan berharap
Semoga keheningan doa,mengobati luka.

Dalam tangis dan tawa kurawat jasadmu
Mencintai diriku
Beberapa jiwa yang aku jaga terbaring tak berdaya
Untuk ini kukorbankan dalam waktu berlalu.

Dan akhir yang bahagia
Melayani waktu melewati rinduku
Menyanjung harapan menghentikan perang
Doakanlah yang telah tiada
Semua ini kulakukan selama waktu berlalu
Semoga kau sembuh.


Semoga kau sembuh
Share:

Monday, 8 July 2013

Marhaban ya Ramadhan...

Yang Awal Ramadhan hari selasa Kiblatnya Ka'bah dibarat...
Yang Awal Ramadhan hari rabu juga Kiblatnya Ka'bah dibarat...

Yang awal Ramadhan hari selasa,itu Muslim.
Yang awal Ramadhan hari rabu juga itu Muslim.

Yang awal Ramadhan hari selasa kitabnya Al-Qur'an...
Yang awal Ramadhan hari rabu juga kitabnya Al-Qur'an...

Menentukan memakai Hisab atau Wujudul Hilal tetap saja kita satu arah 'Islam'

Sudahlah kita satu saudara,perbedaan itu anugerah.
Kita manusia tidak ada yang paling bisa membenarkan.

Yang terpenting yakin pada pegangan dan mempelajarinya,masalah siapa yang benar dan salah hanya 'Dzat-Nya' yang tahu.
Share:

Saturday, 22 June 2013

BBM naik bikin galau?

Seminggu ini saya tidak membaca koran,melihat berita di televisi atau browsing portal berita.
Ternyata sayapun tertinggal informasi banyak.
Bahan bakar minyak/BBM yang telah diributkan sebulan yang lalu ketika ada rencana untuk dinaikan,kemarin akhirnya benar-benar dinaikan juga.

Saya orang yang mendukung kebijakan ini,oke ini terdengar agak berlawanan tapi saya serius. Rata-rata orang yang mengeluh kenaikan harga BBM tidak tahu letak permasalahan 'kenapa BBM naik','kenapa ada kebijakan ini' dan rata-rata hanya 'ikut-ikutan' mengeluh.
Kita tidak mencari sebab musabab kenapa harus naik,kita tidak mencari tahu berapa harga minyak bumi sekarang,kita tidak mau tahu indek kenaikan harga diseluruh dunia bahkan kita tidak tahu kalau ini merupakan indek kolaps-nya keuangan negara benua biru.

Lagipula kenapa harus menggerutu ketika BBM naik,toh kita masih mampu membeli-nya,saya yakin 80% orang indonesia masih mampu beli BBM,kenapa?

- Kita masih mempunyai kendaraan toh,jual kendaraan kita jika tidak mau kena imbas BBM naik
- Kita masih mampu berlangganan paketan internet tiap bulannya,apalagi yang punya Gadget BlackBerry,paket Full servis aja mampu. Lah,kenaikan BBM yang tidak seberapa,mengeluh. Malu lah pada Handphone yang ada di saku kita.
- Berapa sering kita membeli Sebungkus racun yang ada dalam rokok,yang bahkan tiap bulan menaik harga-nya tapi tetap kita beli,kita tidak mengeluh dan berdemo.

Ah,sudahlah...kita memang paling mudah mengekang suatu kebijakan tanpa mengetahui dulu untuk apa kebijakan itu.

Benar apa yang dikatakan Wiji Tukul {yang tidak tahu beliau,berarti kalian terlalu lama berdiam di Goa,silahkan Googling}

" jika kau tak berani lagi bertanya...
kita akan jadi korban keputusan-keputusan...
jangan kau penjarakan ucapanmu...
jika kau menghamba pada ketakutan...
kita akan memperpanjang barisan perbudakan"

Atau mau balik lagi ke jaman Bapak jenderal yang selalu tersenyum itu,yang kata-nya jaman itu Indonesia makmur...Are you drunk? Jaman itulah yang membuat kita menanggung hutang 2.000.000 perkepala seluruh Indonesia.

Ditulis ketika Sedang mengigau dibawah pohon cemara yang rindang,ditemani kupu-kupu hitam.
Berharap ketika bangun telah siap dengan serangan ribuan opini.
Share:

Friday, 24 May 2013

Kisah ini telah menjadi kisah

Tuhan...
Di ujung persinggahan ku merajuk padamu...
Melalui bait-bait do'a...
Kini kisah ini terkoyak...
Hancur...Bahkan berkeping-keping...
Entah siapa yang memulai pertikaian...
Yang pasti kini bukan lagi menikai tapi menikam.

Tuhan...
Kau lebih tahu...
Dari dia dan mereka yang tahu...
Tahu hanya sebatas tahu...
Tanpa memberi tahu...
Dan tak mencoba mencari tahu.

Tuhan...
Kini hanya alam yang menjadi curahan jiwa...
Tanpa memahami dan tak bisa mengerti...
Di satu sisi,kini seperti malaikat riang...
Sisi lain bertopeng iblis jahanam.

Tuhan...
Kisah ini telah benar-benar menjadi kisah...
Kisah yangh akan terkisahkan...
Kisah yang dipisahkan oleh kisah lain...
Biarlah,kisah yang manapun yang akan berakhir senyum...
Kisah ini akan menjadi kisah untuk ku sendiri.



Share:

Thursday, 23 May 2013

'Teman yang nakal' kalian,berlogika kenakalan teman-teman 'teman yang nakal'

Orang sering bilang 'masa SLTA adalah masa terindah bagi pelajar', masa putih abu-abu memang selalu identik dengan kesenangan,mengetahui hal baru,ke-absurd-an dan persahabatan. Saya mengakui dan mengalami juga,mengiyakan bahwa masa itu memang sangat meyenangkan untuk dijalani dan dijadikan kenangan.
Masa dimana kita tumbuh berkembang,baik segi fisik,pemikiran dan pemahaman,kadang kita lupa akan batasan norma dan etika,malah kita larut terbuai terlalu dasar dilembah kesenangan dan lupa apa arti proses pertumbuhan itu,lupa bahwa kita punya mimpi yang harus kita capai,lupa bahwa masa SLTA adalah untuk pengembangan diri bukan merusak diri.
Saya adalah orang yang dibesarkan dari keluarga yang 'terkonsep',dalam arti kedua orang tua saya sudah punya jalan dan tujuan untuk hidup saya tanpa mengontrol sepenuh-nya,kedua orang tua saya sudah tahu saya akan sekolah di SLTP mana ketika saya masih kelas 5 SD,ketika SLTP awal kelas 3,beliau sudah menyarankan beberapa sekolah untuk SLTA nanti dan ketika lulus SLTA.saya di beri kebebasan untuk menentukan dimana saya akan kuliah. Dalam arti,saya terkonsep dalam tatanan belajar dan cara hidup, itu menjadi pelajaran dan kepribadan dalam diri saya sampai saat ini.

Back to track...
Ketika masa SLTA,saya pun sama melewati masa-masa indah putih abu-abu,saya bahkan bisa dikatakan pelajar yang lepas kontrol,lupa akan kewajiban belajar,bolos mata pelajaran hanya untuk nongkrong sama temen se-Gank,masuk list raport merah di catatan sang guru BP dan cap sebagai anak nakal  yang tidak punya masa depan sukses oleh teman sekelas. Ya,tindakan yang sangat tidak dianjurkan dan di contoh.

Namun,semua orang tak pernah tahu isi suara hati orang lain....
Semua yang saya lakukan waktu SLTA memang sudah ada direncana konsep kehidupan saya,saya tidak menjadikan waktu SLTA untuk giat belajar,ini memang aneh dan nyeleneh tapi saya memang tak mengada-ngada,saya jadikan waktu SLTA untuk proses belajar berinteraksi dan memahami lingkungan,belajar mengerti arti bermasyarakat dan pertemanan,belajar cara menghadapi situasi dengan beragam karakter dan sifat manusia. Inti-nya saya belajar untuk proses kehidupan,transisi dari masa kekanakan ke pen-dewasaan bukan belajar untuk pelajaran dalam kelas.

Ada beberapa alasan saya melakukan konsep nyeleneh tadi...
-- Sekolah SLTA saya,sangat amat jauh dari standar pendidikan tingkat tersebut,baik fasilitas,tenaga pengajar dan system peraturan pun. Bayangkan selama 3 tahun saya bersekolah,saya hanya pernah 6 kali masuk ke lab.Komputer untuk praktek dan....Ah,sudahlah...saya tidak sampai hati meng-kritik Almamater yang saya cintai,ini hanya sebagai referensi kritikan untuk kemajuan almamater saya.{semoga ada yang baca}.
--Study waktu SLTA rata-rata pengulangan Study waktu SLTP,silahkan cek buku masing-masing atau lihat RPP Kurikulum,hanya saja dibahas lebih detail.
-- System pengajaran yang sangat tidak masuk akal, 80% materi 20% praktek,itupun tanpa kurikulum yang jelas,siswa tidak tahu indek prestasi tiap pengajar. Saya waktu SLTP terbiasa dengan Kurikulum dan indek prestasi pasti akan down.

Dengan kenakalan saya waktu SLTA,banyak teman-teman saya yang men-cap saya sebagai orang yang tidak akan punya masa depan cerah dan sukses,rata-rata mereka adalah 'kaum' kutu buku.
Mereka yang mencap saya adalah 'kaum ningrat' di kelas,kepercayaan guru,temen bagi buku dengan embel OSIS/MPK diseragam sekolah-nya. Mereka yang pasti orang tua-nya bangga karna setiap semester terpampang nilai diatas rata-rata di raport-nya. YA,mereka calon orang-orang sukses.

Tahun berganti,proses hidup berjalan,gadget ada dimana-mana,sosial media sudah menjadi tren,yang dulu SLTP sudah menjadi lulusan SLTA,yang dulu SLTA kini bersiap Pra Wisuda D3.
Waktu berjalan dengan cepat-nya,membunuh manusia yang diam diri dan termenung,mengelabui manusia yang senang dengan kejayaan masa lalu,meninggalkan manusia yang tidak berpaju bersama proses dan menenggelamkan manusia ke limbo bagi mereka yang hanya membanggakan masa lalu-nya.
Benar,kita akan di bunuh waktu jika kita hanya mengenang kesuksesan masa lalu dan lupa apa yang sekarang kita miliki,kita akan jauh tertinggal jika kita hanya berteriak 'dulu saya....' dan ketika orang lain bertanya 'sekarang kamu jadi apa'??? kita hanya bisa menceritakan prestasi masa lalu yang sekarang hanya puing-puing bobrok dengan larva-nya.

Banyak teman satu sekolah saya yang dulu berprestasi sekarang hanya jadi 'santapan waktu'...
Mereka yang dulu begitu terlihat akan mudah meraih pintu sukses kini terjebak di labirin kenangan...
Mereka yang dulu sangat aktif ber-organisasi kini hanya jadi penyokong dibelakang orang lain...
Mereka yang dulu sangat kritis pada keresahan dan ketidak selarasan kini hanya jadi kacung trend masa...
Mereka yang dulu selalu aktif di kelas kini hanya jadi serdadu dosen...
Mereka yang dulu sangat terlihat idealis sekarang mulai terkikis oleh kebimbangan...
Mereka yang dulu mencap saya tidak akan sukses,sekarang mereka bertanya ke saya 'apa itu sukses'?
Mereka yang dulu mencemooh 'teman yang nakal' kini mengikuti logika 'teman yang nakal'...

Untuk apa mengabdi jika tak sepenuh-nya...
Untuk apa berbakti jika tak setulus hati...
Untuk apa prestasi jika tak dipertahankan...
Buat apa dibanggakan kalau hanya masa lalu...
Buat apa dipertontonkan kalau hanya imajinasi semu...
Buat apa kesuksesan kalau tidak continue...
Apa arti-nya jika menilai buruk tapi melakukan...
Apa arti-nya jika hanya akan meraih tapi tidak teraih...
Apa arti-nya hidup tanpa proses dan hasil akhir.

Saya tidak mengatakan bahwa saya sekarang telah sukses dan telah meraih mimpi...
Saya tidak bermaksud bahwa konsep dan cara saya paling baik dari semua teman sekolah saya dan orang lain...
Saya tidak berteriak bahwa hanya saya yang bisa dan kini meraih sukses dan prestasi...
Saya hanya ingin katakan,bahwa semua ada proses dan masa transisi.
Orang kadang lupa bahwa setiap manusia punya cara tersendiri dalam menjalani belajar,bersosial,berinteraksi,berpenampilan dan meraih kebahagian.
Orang kadang hanya melihat kita hari ini tanpa melihat potensi kita untuk hari esok.
Orang juga lupa bahwa apa yang kita raih hari ini belum pasti esok masih milik kita.
Konsep,proses,berkelanjutan dan melihat peluang adalah kunci bahagia.


So...Inilah saya yang dulu,bagi kalian 'teman yang nakal'...
Kini kalian mengikuti logika 'teman yang nakal'...
'Teman yang nakal' ini telah berlogika tentang kenakalan orang-orang yang berucap 'teman yang nakal'...
Silahkan berteori bahwa nakal akan dicap julukan 'teman yang nakal'...
Namun hukum alam berbicara 'teman yang nakal' ini,yang kini mencap kalian 'teman yang nakal'.








Share: