Tuesday, 14 May 2013

Waktu dan Umur,,sama?


Waktu adalah bagian terpenting yang dimiliki seseorang.
Umur adalah tolak ukur,seberapa waktu yang kita miliki.
Umur bukanlah landasan waktu,waktu bisa lebih bermakna dari umur.

Apa yang kita lakukan,apa yang kita miliki,apa yang menjadi pekerjaan kita adalah proses waktu dan umur hanya cara perbandingan untuk semuanya.

Contoh simple adalah :
-Seorang pemuda yang berumur kisaran 20 tahun dan telah memiliki pekerjaan  mapan,pendidikan tinggi,otak yang jenius dan memberi dampak positif bagi keluarga dan lingkungan,akan dikatakan SUKSES oleh sebagian orang dan memang itu sudah hukum alam.Namun

coba kita bandingkan.

-Seorang yang dianggap tua,kisaran umur 35 tahun.Dia memiliki pekerjaan yang mapan,dengan pendidikan yang mumpuni,otak masih lumayan cekatan,sudah memberi nilai positif bagi keluarga dan lingkungannnya,akan dianggap 'LAMBAT SUKSES' oleh kebanyakan orang.Jika kita bandingkan semuannya sama,sama apa yang dimiliki,dipunyai dan dampaknya namun jika ditelaah perbedaannya hanya satu 'UMUR'.

Ya umur bisa jadi pertimbangan untuk kata 'SUKSES'.Kita terlalu kejam,kita lupa dengan cara dan proses perpindahan waktu,kita hanya fokus pada umur tanpa melihat waktu.
Tanpa menilai betapa lebih berharga waktu dari umur,kita terlalu sering membandingkan seseorang dari umurnya bukan waktunya.
Apa gunanya umur panjang,jika waktu yang bermamfaat hanya sedikit,apa yang dibanggakan dari umur yang tua tapi taraf masih seperti bayi.

Konsekuensi-nya sebuah ulang tahun yang tanpa ada yang dibanggakan dari datangnya umur yang panjang.
Ibarat senang karna ulang tahun dan berumur panjang namun tidak tahu apa yang selama hidup bermamfaat bagi diri dan orang lain.

Demi masa,kita memang benar-benar merugi.
Share:

Tuesday, 7 May 2013

Tuhan,Keluarga,Masyarakat dalam kini.

Dalam diri manusia ada titik lemah rasa iba kepada sesama-nya pada saat tertentu atau pada momen yang sangat menyentuh untuk timbul rasa iba.Lazimnya rasa iba muncul kepada situasi yang menyentuh hati dan perasaan namun kadang kala ada juga alasan untuk kita iba kepada orang lain.

Saya berpikir ada beberapa elemen dari manusia mengemukakan alasan untuk memperoleh rasa iba dari orang lain,ya kadang kita sebagai manusia harus mengemukakan alasan-alasan tertentu untuk menarik minat orang lain dengan iba-nya.
Parah-nya,kadang alasan-alasan ini sekarang digunakan untuk meraih iba yang disalah artikan...dalam artian dijadikan financial hoak atau penipuan. Ya,ini tak hanya terjadi dikalangan atas,pemerintahan atau Institut bahkan dikehidupan sehari-haripun terjadi.

Ada 3 elemen dari diri manusia yang sangat mahal dan sangat mudah meraih simpatik,3 elemen ini pula yang kadang disalah artikan untuk di 'perjual-belikan'.

--- Keluarga.
Manusia mana yang tidak belas kasihan kepada keluarganya,manusia mana juga tidak belas kasihan ketika bicara tentang keluarga.
Dan 'keluarga' sering dijadikan alasan untuk di 'perjual-belikan'.
Lihatlah alasan orang-orang disekitar kita ketika ada janji dan tidak bisa menepati-nya,mereka akan mengemukakan 'keluarga' sebagai senjata pelindung.
Belum lagi ketika seorang datang kepada kita untuk meminta tolong,mereka akan 'perjual-belikan' keluarga,demi apa yang mereka inginkan.

Contoh simple : ketika teman kita meminjam uang dan uang kita hanya pas-pasan kita masih berpikir untuk meminjamkannya namun ketika dia meminjam uang dengan alasan kepentingan keluarga,kita pasti langsung memberikannya dan ketika tak adapun kita mengusahakannya.

--- Masyarakat.

Masyarakat,lingkungan adalah sekitar kita,pergaulan kita,cara bersosial kita.
Dan masyarakat bernilai mahal untuk di 'perjual-belikan'.
Lihatlah berapa banyak Institut kemasyarakatan atau betapa berjamur-nya Organisasi masyarakat {ORMAS} yang sebenarnya hanya beberapa saja yang bermamfaat dan benar-benar memprjuangkan masyarakat.
Jangan tanya lagi,betapa masyarakat dijadikan Brand unggulan oleh Pemerintah dan antek-anteknya untuk di 'perjual-belikan'...Mereka akan berteriak 'DEMI MASYARAKAT' 'DEMI RAKYAT' 'DEMI UMAT' 'DEMI LINGKUNGAN' ketika mereka menginginkan sesuatu,ketika para pejabat ingin memperoleh jabatan tinggi,ketika kita ingin mengais iba kepada orang lain.
Ya,masyarakat adalah nilai jual yang sangat indah untuk dijadikan orang lain percaya kepada kita dan memberikan apa yang kita inginkan.

--- Tuhan

Suka atau tidak,pro atau kontra itulah kenyataan-nya.
Faktanya Tuhan adalah Best Seller dalam hal ini. Tuhan adalah nilai jual bagi mereka yang menginginkan rasa iba dari orang lain,menginginkan keinginannya terpenuhi.Tuhan tidak lagi hal sakral,yang sebenarnya terlalu frontal untuk disangkut pautkan dalam kehidupan.
Tuhan yang dulu hanya ada dalam lantunan dizir dan hal per-ibadatan,kini dikotori oleh kita.
Di perjual belikan demi kepentingan semata,untuk alasan-alasan tertentu.

Tengoklah,berapa banyak produk,brand yang meyematkan Tuhan beserta agamanya ke produk mereka.Dari mulai produk makanan,make up sampe gadget.
Mereka meyelipkan Tuhan dengan kedok Halal-nya,mereka memberi unsur Tuhan untuk menaikan nilai penjualan dan menarik minat.
Sadarilah,berapa kali kita berucap 'DEMI TUHAN' hanya untuk permasalahan sepele,menyakinkan orang lain atau memperoleh belas kasihan.Kita seakan menjual nama suci itu untung kepentingan sehari-hari,untuk sebuah nominal yang sangat kecil,rendah dan murah untuk nama-Nya.
Kita makhluknya yang seharusnya melantunkan nama-Nya untuk beribadah,kini beralih fungsi untuk kepentingan lain...Akh,betapa bodohnya kita.


Saya tak akan berteriak dan meminta kalian menilai bahwa saya tidak melakukan hal diatas,kita sama-sama nista,kita sama-sama tercebur di lembah kotor ini.
jangan pernah jadikan suatu ruang lingkup golongan lain untuk kepentingan diri kita,karna kita tidak tahu apa sebenarnya ruang lingkup tersebut.

Teory ini hanya buah pikir saya namun lihatlah ke sekitar kita,fenomana ini kini telah menjadi semacam trend dan gaya hidup.
Miris dan menjengkelkan.



Mifal Devils Lazy 85
















Share:

Monday, 6 May 2013

Bahasa yang mulai tak bermakna

Dulu sekitar tahun 2004-2005,saya punya pandangan bahwa pelajar yang pintar bahasa dan sastra terlihat genius dan smart,bahkan saya terobsesi untuk masuk Fakultas Sastra namun apa daya,hukum alam tidak sejalan.
Saya hanya kursus bahasa Indonesia dan sastra diwaktu senggang itu pun dengan system yang super kanjrut tapi syukur setidak-nya saya tahu dasar-dasar ilmu tersebut.

Sekitar tahun 2005 banyak pelajar muda yang menggilai sastra di daerah saya,bisa dikatakan waktu itu hampir rata-rata dikelas saya punya buka Ghail Ghibran,Chail Anwar atau sastrawan lainnya.
Ada yang benar-benar ingin mempelajari,ada juga yang sekedar ikut-ikutan trend lebih parah yang hanya ingin menguasai sastra untuk membuat puisi indah teruntuk lawan jenis-nya.
Tapi setidaknya waktu dulu mereka tahu akan dasar-dasarnya,mengerti arti kata,penempatan kosa kata yang pas dan mempraktekkannya.

Kita pasti ingat sekitar tahun itu,musik yang kita dengarkanpun kebanyakan memakai sastra...
tak percaya??? coba dengar lagi lagu-lagu Ada band,Padi,Peterpen dan Sheila on 7,belum lagi master peace-nya DEWA19.
Apa jadinya jika kita tidak memahami arti dari kata-kata lagu yang kita dengarkan?? seperti berbicara dengan orang beda bahasa. Tak tahu makna


Tahun berganti....

Lihatlah sekarang apa yang terjadi,pelajar jangankan minat mempelajari Sastra,belajar bahasa Indonesia saja ogah-ogahan,nilai-pun dibawah rata-rata.
Pada akhir-nya perpindahan makna pun mulai terjadi,kosa kata diartikan dengan salah.Belum lagi ada istilah-istilah baru yang tidak ada di kamus besar Indonesia dan dipakai di forum Formal pula.
Mereka hanya tahu kata yang 'lazim' tanpa cek kebenaran dan mempelajari-nya,kata 'baku' mulai beralih fungsi.


Perpindahan arti kosa kata...
Dari makna yang asli ke terjemahan plagiaters...
Kata 'sukses' pun kini,berbindah arti ke bebas-nya finansial.
Are you,drunk?

Kata 'bahagia' pun,kini telah hampir disama artikan dengan senang.
Kosa kata yang entah dipelajari dimana oleh mereka.

Dan yang lebih keji...
kata 'Galau' pun kini telah dicederai dengan makna yang lemah dan keterpurukan.
Dulu kata 'Galau' adalah simbol penyelipan kata disetiap kata 'elegi'.
Kini kata 'Galau' identik dengan patah hati.
Silahkan cek kamus atau cek nilai bahasa Indonesia,anda.


Ah,sungguh dunia ini semakin tua semakin memburuk.



Mifal Devils Lazy 85











 
Share:

Thursday, 2 May 2013

Hardiknas

Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei.

Pendidikan adalah milik bersama,pemersatu golangan.
Pendidikan milik pemuda,tua,kaya,miskin,pintar dan bodoh.
Pendidikan bukan tentang sekolah,kampus dan tempat kursus.pendidikan adalah diri kita,sekitar kita dan lingkungan kita.
Pendidikan adalah dimulai dari sikap,intelejen dan Attitude,bukan hanya Skill mumpuni,bukan hanya IQ tinggi tapi EQ juga.
Pendidikan adalah proses perkembangan,belajar dari kesalahan dan mengakui ke-jeniusan.
Pendidikan bukanlah ilmu pasti...
Pendidikan bukan hanya tentang penjabaran soal beserta jawaban...
Pendidikan bukan arena adu persaingan...

Pendidikan adalah hak kita,kewajiban kita dan Cerminan pribadi kita.
Pendidikan butuh aku,kamu,kalian,mereka dan kita untuk perubahan ke arah lebih baik.

Mifal Devils Lazy 85.
Share:

Monday, 15 April 2013

UN Menjadikan Robot pendidikan

Salah satu kementerian yang menurut saya paling anti kritik dalam pemerintahan SBY adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [Kemendikbud]. Kemendikbud memiliki pengalaman “luar biasa” dalam menjalankan kebijakan di atas cara pikir “emang gua pikirin”, terutama menyangkut kebijakan UN.
Dalam soal UN, Kemendikbud tetap ngotot mempertahankannya. Berarti Kemendikbud menutup telinga terhadap suara banyak kalangan, mulai dari ahli pendidikan hingga guru, yang menghendaki UN dihentikan, atau setidaknya jangan dijadikan penentu kelulusan.

Tahun 2013 Kemendikbud kembali akan melanjutkan UN dengan 'cita rasa baru'. 20 paket soal untuk 20 siswa dalam satu ruang kelas sedang dipersiapkan. Sebelumnya hanya ada 5 paket soal. Kemendikbud dengan PD mengatakan, "kebijakan baru ini akan mengurai soal kisruh kebocoran dan kecurangan sebagaimana UN tahun sebelumnya".

Tahun ini,dagelan sampah ini,akan semakin absurd.

- UN 20 PAKET
- PAKAI BARCODE
- KURANGNYA VISUALISASI TATA CARA UN.

Semangat bagi kalian yang akan menghadapi Ujian Nasional baik SLTA/SLTP Semoga lulus semua dengan nilai sesuai yang di inginkan dan sesuai kadar kemampuan.

Selamat datang juga di pintu gerbang,menjadi ROBOT PENDIDIKAN,menjadi Experiment para guru-guru.
Semoga Lulus dan terlepas dari jeratan budak lonceng sekolah,Eksekusi bangku dan meja dan tidak lagi tunduk pada kapur dan papan tulis-nya.

Selalu Ingat DO'A adalah kekuatan paling besar diiringi kerja keras dan ketenangan.

Mifal85 Devils Lazy
Share: