Wednesday, 29 March 2017

Lari atau Gontai

Pada jalan dimalam yang bersandar pada lampu...
Atau pada lampu yang bercumbu dengan sumbu...
Ada jejak tapak yang berukuran sejengkal...
Acak pada langkah, sepintas mungkin gontai...

Adam atau hawa hanya kotak...
Lebih penting dari lekuk yang berontak...
Jari jemari kembali menghitung kancing...
Kunci jawaban dari situasi genting...
Yakin & isyarat kini mati suri...
Tubuh hanya pelangkap sunyi...

Mati, hidup, mati, hidup, mati, hidup, mati...

Ah...seperti ada kancing terlewati...
Atau hanya elakan, karena jatuh pada mati...
Padahal ini rumus ilmu pasti...
Gemetar, pundurkan, bisakah lari?

Kuasai diri, kuasai....mari hitung kembali...

Berawal dari hidup, semoga bukan ujung mati...
Tapi apakah jari jadi juri untuk kedua kali...
Pergunakan lidah, negosiasi sang ahli...

Hidup, mati, hidup, mati, hidup, mati, hidup, hidup,mati,mati,mati, hidup...

Tunggu, ada kata berulang dua, bersua...
Pleset lidah atau niat terrencana?
Kejam, jika lidah menghianati arti kata...
Seperti bersiul merdu ditengah2 kajian agama...

Tunggu, kita salah menapak jejak...
Ini bukan sejengkal, lebih besar ketika diinjak...
Kita terlalu bersajak hingga lupa pada awal sajak...
Kita salah jalan...kita salah arah...
Ini nirwana...kita salah arah...
Kita salah arah...kita salah arah...

Pada langkah gontai...
Pada jari jemari...
Pada lidah yang tak mengarti...
Hidup dan mati ternyata hanya sepermili...

Mati...mati...mati...mati...mati...sepermili.


Share:

Thursday, 4 June 2015

Menarik pelatuk pistol berpeluru

Lidah lebih tajam daripada pedang, katanya...
Entah pedang semisal belati atau samurai.
Tidak pernah dijelaskan secara detail & perinci.
Entah mungkin hanya pedang tumpul berkarat.
Atau mungkin benar2 tajam, sekali tebas, sekarat.

Orang2 dulu, selalu mengistilahkan sesuatu...
Selalu menggunakan umpama dalam bicara.
Gemar bermain makna dalam kata.
Semacam keterbiasaan atau memang itu aturan.

Lidah lebih tajam dari pedang...
Ah, tidak masuk akal, sulit dimasukkan.
Bisa saja ini masuk akal tapi sedikit paksaan.


Kau tahu pedang???  Sebuah benda tajam.
Kau tahu apa yang membuat ia tajam?
Kau tahu, kenapa pedang harus selalu tajam?
Dan kau tahu jika pedang, tidak lagi tajam?

Sekarang, pedang seperti apa yang serupa lidah?
Apa pedang yang sekali tebas, mengucur darah?
Apa pedang klasik yang jadi hiasan di dinding rumah?
Atau pedang berkilau punya pemain2 sirkuskah?

Kita tidak bisakan memilih lidah & pedang yang kita miliki???
Bagaimana, jika lidah kita hanya pedang yang hanya mampu mengiris tali???
Mungkin, lidah kita setajam pedang samurai tapi mahirkah kita menggunakan dengan hati2?


Ucapan adalah Do'a...
Mantra sebelum bibir berkata.
Letupan hati penuh makna.
Ucapan adalah gerentes kalbu...
Niat dan janji berpadu, menggebu.
Raga dan jiwa berpadu, satu.
Ucapan ialah Ayat...
Kontrol jika kau tak mau tersayat.
Pilah dan pilih jika kau tak mau berakhir menjadi mayat.
Ucapan ialah kadar...
Ingat selalu gunakan takar.
Atau tubuhmu akan berakar.


Jika, lidah adalah pedang tajam.
Dan mulut adalah harimau yang mengaum.
Kau harus mahir mengayunkan pedang.
Dan kau harus menjinakan harimau.
Jika kau bisa keduanya...
Jika kau mampu semuanya...
Kau akan......

Tapi tunggu...
 
Kau tahu apa yang lebih mematikan dari tebasan pedang?
Kau tahu apa yang lebih menyeramkan dari suara harimau?
Kau tahu apa yang lebih cepat dari harimau??

Ucapan adalah....
Ucapan ialah....
Ucapan serupa pistol berpeluru dan kau memegang pelatuknya.

Jika lidah yang tajam bagai pedang dan mulut yang serupa harimau berbaur menjadi ucapan, apa yang kau dapat???
Ya, kau bisa mendapatkan sebuah pistol berpeluru yang lebih mematikan dari pedang dan kau tak berperlu mengasahnya untuk selalu tajam.
Kau tak berperlu risau jika suatu saat pistolmu akan tumpul, karena tak ada pistol tumpul.

Kau yang memegang pelatuknya....
Kau akan....
Tapi tunggu....
 

Kan kau arahkan kemana pistol berpeluru ini???
Ke kepalamu atau ke orang lain???
Sanggupkah kau menarik pelatuknya???









Share:

Friday, 13 March 2015

Balada Balon dipesta kemeriahan.

Sebuah pesta akan indah dan meriah ketika pernak pernik disana sini, lengkap...
Yang sebenarnya tidak penting2 amat, bahkan kadang tidak ada yang sadar & peduli pada hiasan ini.
Balon udara, ia indah penuh warna, berkilau ketika tersinar cahaya lampu. Balon ini biasa menghiasi pesta2 kemeriahan. Tidak sepenuhnya pesta hanya untuk kemeriahannya saja, setelah pesta usai, nasib balon hanya 2 pilihan : diterbangkan atau diledakkan, sama2 menyakitkan.
Anak2 kecil akan merengek ketika balon miliknya, meledak atau terbang, ia akan menangis sejadi2nya, bentuk kehilangan yang sangat jarang didapat untuk sebuah balon.

Namun...........

Kita bukan lagi anak kecil yang harus merengek ketika kehilangan sesuatu...seperti balon udara.

Tapi tetap saja ketika balon 1 warna saja hilang, warna lain terasa kurang sempurna...
Kita mungkin bisa merengek untuk membeli balon dengan warna sama, tapi ini hidup ketika sesuatu hilang & meledak, ya hilang, tak ada tempat untuk membelinya lagi...
Satu2nya jalan lupakan & tetap jaga warna lain yang belum meledak, karena suatu saat kapanpun warna yang lain bisa saja meledak lagi.

Maka pegang erat warna balon lain yang masih kita punya.

Warna apapun sebelum meledak ia hanya terlihat tidak indah, namun setelah meledak maka akan sadar warna warna itu yang membuat keindahan seutuhnya.

Balon tetaplah balon, ada untuk memeriahkan, setelah yang meriah usai, ia hanya akan diterbangkan ke udara, begitu saja, tanpa salam tanpa permisi.
Namun setidaknya balon pernah menjadi bagian cerita dari kemeriahan, sama seperti hidup : meriah, usai, mati begitu saja namun sama seperti balon tadi setidaknya kita pernah jadi bagian suatu kemeriahan.

Kini tinggal balon2 warna lain yang akan menggantikan & kita sebagai balon yag telah diterbangkan jangan pernah ceritakan pada balon baru, bahwa ia akan dicampakkan setelah pesta kemeriahan usai. Biarlah ia menjadi warnanya sendiri : merah, hitam, hijau, biru, putih bahkan magenta, karena setiap balon punya ceritanya sendiri dipestanya masing2 dan ketika diterbangkan akan singgah ditempat berbeda2.

Ya kita bukan anak kecil lagi yang harus merengek meminta balon yang meledak dibuat ulang.
Sekarang kita hanya cukup melihat balon2 baru ini, akan bersiap memeriahkan sebuah pesta. Balon2 ini akan berwarna sangat mengkilau, cerah, indah & disukai semua pengunjung pesta.
Dan kita hanya perlu tersenyum & tertawa untuk semua kelucuan ini.

Mari sambut balon baru.



Share:

Saturday, 14 February 2015

Berdagang interaksi dengan teman

Manusia adalah makhluk sosial katanya, makhluk yang tak bisa hidup sendiri, makhluk yang selalu butuh interaksi, katanya.
Entah interaksi dengan sesama, interaksi dengan alam bahkan interaksi dengan dirinya sendiri.
Salah satu cara/motif interaksi manusia adalah dengan berbicara, mengobrol, bergurau bahkan dengan pukul2n dan merebut pasangan juga termasuk interaksi.  Ini serius.

Manusia mengkategorikan setiap interaksi dengan kotak2nya, mengkategorikan dengan siapa kita berinteraksi lalu menyebutnya berbeda-beda, keluarga, teman, pasangan & lawan sekalipun.
Teman, sahabat, kawan & karib atau apalah panggilannya, adalah 'kotak' yang sering dan akan selalu berinteraksi dengan kita, sadar atau tidak memang begitu.  Teman/sahabat/kawan/karib menurut KBBI adalah "seseorang yang dekat dengan kita, kita sayangi & percayai".

Otak saya percaya bahwa manusia berinteraksi dengan manusia lainnya sebenarnya bukan karena naluriah atau alamiah tapi karena memang butuh dan ada maunya, benar saya percaya itu.
Secara logika untuk apa kita menghabiskan waktu dengan manusia lain jika memang tidak ada untung rugi.  "hidup ini perdagangan, kelak kita akan tahu, siapa yang untung & rugi".

Untung adalah kata yang ambigu.
Ketika kita berbicara/bercerita dengan teman, sebenarnya ada yang untung & rugi, lalu siapa yang rugi, siapa yang untung?
Ketika teman kita yang lama tak ada kabar lalu tiba2 menghubungi kita, disanalah perdagangan dimulai, akan ada rugi & untung.

Simplenya,  jika kita,  ini jika ya, umpama, andaikata kita punya teman yang pintar tentang suatu ilmu pengetahuan & satu teman lagi yang dungu, pasti secara alamiah kita akan lebih akrab dengan yang pintar, ya secara alamiah, meski kita tak menyadari & tidak berniat seperti itu.

Kita akan punya teman yang pintar, paham akan suatu yang kita sukai, minati.
Ambil contoh jika kita hobi segala sesuatu tentang gadget pasti secara alami kita akan mencoba akrab dengan orang yang paham akan gadget & tekhnologi.
Memang begitu, coba saja telaah list nama2 teman kita.
Kita akan datang ke teman yang punya game bejibun jika kita ingin memainkan game tersebut tapi kita tidak mempunyainya, kita akan mencoba akrab & menjadi sahabat.
Begitu kan?  Dengan kasus ini jelas terlihat pihak mana yang untung & rugi.

Atau jika kita tidak punya kendaraan lalu suatu saat kita ingin bepergian & berniat meminjam kendaraannya, pasti kita akan mencoba belajar menjadi teman dekat, syukur2 keterusan akrab, supaya ketika nanti ingin meminjam lagi lebih mudah.
Untung dan rugi rumus pasti untuk ini.


Manusia memang diciptakan untuk berinteraksi, makhluk sosial yang saling membutuhkan tapi apa pantas mengkategorikan menjadi kotak2 kepada siapa kita berinteraksi???
Maksudnya begini loh, tak perlulah, ada sebutan teman/kawan/sahabat/karib dalam kotak interaksi ini.
Kita makhluk yang memang butuh makhluk lainnya, ya sudah, tidak perlu pake alibi "dia teman saya" "kawan dekat pasti baik" "dia engga mungkin marah, gw temannya".

Sadari saja kalau setiap interaksi pasti ada untung & rugi entah dengan siapapun.
Seperti layaknya perdagangan, ya ada saatnya kita rugi, akan ada saatnya pula waktunya untung, tinggal gimana kita pintar2 mencari pangsa pasarnya saja.


Tapi perlu diingat dalam ilmu Ekonomi, ketika perniagaan/perdagangan hal yang paling utama & paling dikejar sebenarnya bukan hanya   "Untung dan Rugi"   tapi.......................


Tanyakan saja pada teman yang pintar ilmu Ekonomi,  jika dia memberikan jawaban, kau sudah mendapatkan keuntungan yang pertama.
Jika kau tak punya teman yang paham, segera cari dan mulailah berdagang interaksi.












Share:

Saturday, 7 February 2015

Simetris yang anti Asimetris

Simetris adalah anak turunan dari Geometri sebenarnya secara teori namun secara harfiyah simetris adalah perpaduan, penyatuaan. 
Atau mungkin secara arti kalimat, simetris adalah perpaduan antara 2 bidang yang sama dalam penyatuan. 

Tapi otak saya, kadang suka mengartikan kata dengan cara otak saya sendiri, sifat hakiki manusia pada dasarnya tidak pernah yakin sebelum berpikir & berpendapat sendiri, ditambah dicampur rasa egois. 
Simetris menurut otak saya tidak jauh dari arti kata ' persamaan' atau secara kasar bisa dibaca ' persamaan antara 2 hal yang dipandang secara kasat mata tidak sama '. 

Lihatlah...bagaimana mungkin tangan kanan dan tangan kiri disebut sepasang tangan? Padahal yang satu 'kanan' dan satu lagi 'kiri', dimana letak pasangannya? Persamaannya? Ini jelas Simetris.
Atau bagaimana mungkin, manusia dan kera yang katanya merupakan satu spesies, ah dimana letak persamaannya??? 
Manusia & kera memang ada banyak persamaan, selain semua rakus pada pisang, juga sama2 banyak bulu. 
Ini jelas theory Simetris.  Persamaan yang tak nampak. 

Manusia selalu ber-simetris baik secara bentuk badan, tindakan bahkan logika.
Tindakan kita kadang simetris, kadang kita rajin membaca buku, kadang pula menjadikan buku untuk bantal tidur.
Simetrisnya adalah niatnya dan tak nampaknya adalah pengecualiannya.

Kita mencoba memilih pasangan yang simetris, yang sepaham, yang seideologi yang sama, yang sealur, tapi bukankah pasangan kita adalah lawan jenis kita???
Semenjak kapan, kata 'lawan' bisa berhubungan dengan kata 'pasangan' ??? Semenjak ada theory Simetris ini???


Manusia terlalu mengkategorikan sesuatu yang sebenarnya tidak penting.
Terlalu mengkotak-kotakan yang beda. Pada akhirnya manusia terbunuh oleh pemikirannya sendiri.   Oleh 'anti kesimetrisannya' sendiri.

Ah, mungkin kata 'simetris' seharusnya lebih sering digunakan daripada kata 'perpaduan' 'penyatuan' 'keseragaman'.

Israel adalah simetris Palestina.
Amerika adalah simetris Seluruh Dunia.
Miskin adalah simetris Negara.
Kaya adalah simetris Papa.
Cinta adalah simetris Jatuh.
Kasih adalah simetris Suci.
Hidup adalah simetris Budak.
Mati adalah simetris Kematian Lainnya.

Dan pada akhirnya, 'Selalu ada pengecualian untuk apapun'
Lalu apa pengecualian simetris???
Asimetris.















Share:

Saturday, 31 January 2015

Menjual diri ke (berhala) Sepakbola

Beruntunglah kalian para lelaki yang tidak gemar melihat pertandingan sepakbola. Sungguh beruntung, kalian pantas dimuliakan.
Terberkatilah kalian para pria yang hanya suka melihat pertandingan sepakbola saja, tanpa mempedulikan detail lainnya, seperti strategy, profil pemain dan lain-lainnya.

Sepakbola adalah candu terbesar, sangat2 Adiktif bahkan mungkin mengalahkan Nikotin & Tar atau mungkin candu sepakbola punya kaitan dengan candu Nikotin & Tar???  Buktinya menonton sepakbola kurang afdol jika tanpa menghisap rokok.
Entah dzat atau kadar apa yang ada dalam sepakbola ini atau para peneliti belum menamai dzat tersebut.

Agar sah (paham) dalam menikmati setiap pertandingannya, kita akan melakukan banyak hal (baca : ritual)  terlebih dahulu, dari mulai mengintip Starting line up ke 2 team, memprediksi jalannya pertandingan plus hasil skornya atau bahkan mencari tumpangan untuk menontonnya.
Agar menjadi budak sepakbola seutuhnya, ini beberapa point yang harus dilakukan  (diteliti) dalam penyembahan ini :

-  Baca atau update berita sepakbola/team kesayangan 5 waktu dalam sehari ; 
   - Dini hari setelah pertandingan berlangsung. Biasanya.
   - Siang hari untuk update terbaru detail pertandingan sebelumnya.
   - Sore hari sambil menikmati waktu santai.
   - Menjelang malam mungkin untuk topik pembicaraan dengan kawan.
   - Malam hari jika ada match dini harinya sambil intip2 skema strategy.

- Menikmati penyembahan pertandingan dalam seminggu sekali, ya seperti layaknya Ibadah yang dilakukan seminggu sekali atau menengok daftar Klasemen sementara di Liga.

- Mendownload Highlight, full pertandingan atau match of the day untuk dikoleksi supaya suatu saat bisa kembali menonton & mengenangnya, layaknya mesin waktu untuk ingatan bahwa kita masih budak penyembahan ini.

- Membeli Jersey baru ketika awal musim atau memberi selamat kepada kawan yang teamnya menjadi juara liga atau meminta maaf kepada kawan yang teamnya ancur2an selama liga bergulir. Nampak seperti Lebaran bukan, pakaian baru & adat memberi selamat & maaf.

- Menilik, meneliti daftar buruan pemain baru untuk team ketika transfer resmi dibuka, berharap pemain ciamik, wonderkid & pemain bintang datang ke team kesayangan. Sungguh percis dengan ritual pernikahan dalam hidup.


Ya, kita melakukan banyak hal dalam labirin sepakbola ini, kita menginvestasikan banyak hal untuk ritual penyembahan berhala sepakbola ini.
Kita seperti menjual diri ke hal lain.
Menjual diri kepada jiwa lain.
Membaktikan diri pada sesuatu.
Dan kita memang menjual diri ke ( berhala ) Sepakbola.





















Share:

Saturday, 21 June 2014

Membakar Takdir

Menjabarkan sisi kehidupan dari asal muasal.
Apa yang hak dan apa yang merubah?
Apa yang tergaris dan apa yang tidak merubah?

Lalu jika garis takdir adalah mutlak.
Dimana ke tidak mutlakannya?
Jika tidak ada sedikitpun ke tidak mutlakkannya.
Lalu apa fungsi dari kata 'rubah' ?

Yang tertulis adalah yang akan terjadi.
Seperti dimana masa akan tetap menua.
Bergulir hingga menusuk kasar , membabi buta potong kehidupan.
Lalu untuk apa rasa sakit jika bukan kematian?

Yang tercatat adalah yang pasti akan tergambar.
Seperti jatuh dan bangkit serentak.
Biarpun gunakan rencana yang tiada tanpa tara.
Lalu apa makna dari proses?

Yang dilakukan dan dilalui bukan berarti ke mutlakan.
Seperti berniat menuju neraka namun terbakar dilaut merah.
Serpihan hancur hingga sekecilnya.
Tidak bisa dibenarkan memang namun ini yang ada.

Dan pada akhirnya yang akhir adalah takdir itu sendiri.
Dan seharusnya, ke harusan adalah jalan itu sendiri.
Merubah ataupun tidak di rubah tetap takdir.

Yang hina tetap menetap semuanya.
Yang indah tetap menetap semuanya.
Yang tergaris tetap menetap semuanya.



















Share:

Friday, 13 June 2014

Paradoks yang tak berparadoks.

Wahai, yang tak berwujud atau di wujudkan.
Wahai, cahaya yang tak terlihat bercahaya.
Wahai, yang tak bermakhluk dan tak berjenis.

Dimana kau simpan air, untuk pohon yang mengering?
Dimana nur berpusat, ketika gelap adalah pilihan?
Dimana jejak langkah kaki, yang mulai rapuh dan melumpuh?

Jika pohon tua mulai menjadi sandaran, dimana lagi sayup angin?
Jika gulita mulai nampak di penjuru, dimana lagi tetes embun?
Jika pusaran tanah mulai kering, dimana lagi tanah yang memerah?

Pusaran adalah kebenaran garis  tersendiri.
Lingkaran adalah ujung kebenaran tersendiri.
Cahaya adalah kebenaran gelap tersendiri.

Wahai, yang tak pernah buta karena tak pasti bermata tapi melihat.
Wahai, yang tak pernah tuli karena tak pasti bertelinga tapi mendengar.
Wahai, yang tak pasti karena ke tidakpastian itu sendiri.

Dimana lagi, potongan-potongan skesta hidup kau rahasiakan?
Dimana lagi, puing-puing tempat berteduh kau simpan?
Dimana lagi, harus ku temukan jawaban atas pertanyaan "dimana lagi"?

Aku tak mengadu.
Aku tak mengeluh.
Aku tak berpaling.

Aku hanya bergumam kepada atau tentang " Paradoks yang tak ber-paradoks".













Share:

Saturday, 7 June 2014

Manusia dalam Frame gambar yang penuh warna.

Apa yang indah dari suatu gambar atau lukisan?
Kombinasi, ya kombinasi. Penyatuan.
Apa yang indah dari warna atau sketsa?
Beda, ya beda. Perbedaan.
Apa yang indah dari kain atau rajutan?
Pelindung, ya pelindung. Melindungi.

Apa yang damai & indah dari  "warna yang tergambar pada sebuah kain"?
Perbedaan yang menyatukan dan akan saling melindungi.

Apa yang indah dari cahaya atau nur?
Terang, menunjukan, kejelasan.
Apa yang indah dari bintang atau gemerlapnya?
Futuraristik, berkarakter.
Apa yang indah dari malam atau gelapnya?
Sepi, damai, menenangkan.

Apa yang agung dan indah dari " cahaya bintang yang kemerlap di tengah malam"?
Sesuatu karakter yang menunjukan jalan pada ketenangan dan damai.

Apa yang kudus dari manusia?
Logika,pemikiran.
Apa yang kudus dari alam?
Dediksasi, memberi.
Apa yang kudus dari Tuhan?
Sempurna, kesempurnaan.

Apa yang agung dan kudus dari  "diciptakannya manusi, alam oleh Tuhan"?
Akh, tak perlu terjawab ataupun dijawab karena setiap jawaban dari jawaban itu sendiri ada di setiap frame gambar yang sudah berwarna.  Lihatlah.


Pada akhirnya makhluk tidak lebih dari sebuah frame gambar yang berwarna.












 


 
 
Share:

Monday, 19 May 2014

Bantal lusuh yang basah


Nak, hari ini matahari telah terbit dan kau masih terbaring lemas.
Nak, hari ini begitu cerah, coba gerakan sedikit tubuh mu.
Nak, hari ini embun mulai kering, coba kau intip melalui jendela.
Nak, hari ini orang lain mulai beraktifitas, coba kau ikuti.

Nak, coba kau lihat jam dingding yang bergerak pelan tapi pasti.
Nak, coba kau hitung sudah berapa lama kau berbaring.
Nak, coba kau teliti selimut mu sudah mulai lusuh.
Nak, coba, cobalah untuk mencoba.

Nak, matahari sudah menyingsing dan kemilau dan kau tetap saja diam.
Nak, hari ini bukan lagi sudah cerah namun sudah mulai menyengat.
Nak, embun sudah tak nampak bahkan bau segarnya pun sudah hilang.
Nak, kapan kau mau mencoba? 

Nak, lihat debu disekitar kasur mu.
Nak, rasakan sendimu sudah meminta di gerakan.
Nak, aliran darah mu butuh penyegaran.
Nak, kau tak mau sedikitpun mencoba?

Nak, berapa lama lagi kau terbujur diam?
Nak, berapa lama lagi kau biarkan jam dingding berputar?
Nak, berapa lama lagi kau biarkan seluruh anggota tubuh mu mati suri?
Nak, sedikit saja mencoba, sekali saja.

Nak, kau hanya menungu mati?
Nak, kau hanya habiskan waktu yang tersisa?
Nak, kau masih hidup kah?
Nak, tak apa, kau tak mencoba namun bergeraklah.

Nak,bantal mu sudah lusuh dan basah.











Share:

Monday, 17 February 2014

Mari bermain di dunia pararel...

Di waktu ini saya sedang di dunia pararel.
Saya sedang kagum dengan dunia ini,dunia yang tak terbatas.

Saya agak sedikit udik/kampungan di dunia baru ini.
Saya bingung dengan semua yang saya lihat,sangat bingung.
Bingung ketika melihat dewa Zeus marah kepada beberapa rasi bintang karena tak menurunkan hujan hari ini. Di dunia saya tidak pernah terlihat dewa zeus semarah ini.

Saya mulai ingin bertanya kepada makhluk2 lain di dunia pararel ini.
Tapi saya urungkan,dari mimik muka mereka,mereka juga nampaknya kebingungan.
Saya membaca beberapa tulisan,seperti sandi di tembok kaca tapi saya tak paham. 
   A+B+C=Z
   Z-X-Y=A
   1=3-2+5=10
Ini apa? sandi apa yang sedang mereka tulis? tutorial mana yang harus saya padukan?

Dari pertama saya di dunia pararel ini,ada suara yang saya dengar.
Suara seperti teriakan tapi bernada,seperti not-not irama musik Jazz,namun tidak ada lirik.
Entahlah mungkin itu,dendang pasutri-nya dewa yang sedang menghibur.

Oh iya,disini juga ada beberapa photo yang tak berbingkai,hanya menggantung saja.
Tidak aneh,karna memang disini tidak ada grafitasi.
Photo beberapa wajah yang samar,tapi rasanya,saya mengenalnya,entah siapa dan dimana.
Dejavu kah? tapi dejavu tidak sedetail ini.
Lagi-lagi saya merasa udik. Ah,bias lebih tepatnya.

Konon yang saya dengar,didunia ini ada beberapa raksasa yang punya sifat berbeda-beda.
Seperti raksasa dengan sifat murung,raksasa bersifat egois,bersifat mengeluh bahkan ada yang bersifat narsis.
Raksasa ini ditemani oleh beberapa kurcaci,yang fungsinya kurcaci ini adalah untuk menenangkan sifat masing-masing raksasa tadi. Jadi kurcaci ini memiliki sifat kebalikan dari raksasa yang ia temani. Semacam timbal balik atau sebab akibat,mungkin.

Ah,dunia pararel ini memang penuh teka-teki,kadang kita menemui dewa Zeus,kadang pula akan menemuai dewa-dewa Yunani kuno lain atau kalau lagi mujur bisa menemui sekelompok dari gareng,petruk atau semar. Saya hanya melihat dewa Zeus,pertama tadi.

Kali ini,saya mendekati dewa Amor yang sedang mengaduk-aduk semacam tinta berwarna.
Ada beberapa makhluk mengantri dibawah tempat duduknya,saya ikut mengantri,karna penasaran saja dengan tingkah makhluk lain.
Makhluk-makhluk ini akan pergi setelah badanya di lumuri oleh tinta yang di aduk-aduk tadi,hem,semakin membuat penasaran.

Tiba gilaran saya,saya mendekat...
Dewa Amor,nampak muka bertanya-tanya...
Dia tidak melumuri saya dengan satu warna-pun dari tinta itu...
Ia hanya berbisik lirih...
"Raksasa bersifat apa yang kau temui?"
Hah,saya harus menemui raksasa-raksasa itu dulu?
Jadi raksasa-raksasa itu benar adanya?
Hah,permainan macam apa ini?
Dunia macam apa ini?

Kemudian saya terpejam dan dilempar secara paksa,entah kemana.
















 
Share:

Saturday, 15 February 2014

Saya tidak sedang elegi...

Mari kita mulai sajak ini dengan permulaan.
Awal tak sama dengan permulaan.
Mari kita anggap bahwa sajak ini tak berdosa.
Tak berdosa,berbeda dengan suci.
Mari kita sejenak amnesia,melupa.
Lupa tidak harus melupakan.
Mari kita berelegi dalam ke satiran.
Elegi bukan hanya tentang perasaan.

Jika permulaan kita anggap semua tak berdosa,jika permulaan kita sengaja melupa maka hasil akan berbuah satir.
Jika awal,kita sudah menganggap suci,jika awal kita melupakan maka akhir akan mendapat elegi.

Malam ini,kita tidak mengayuh kereta kencan bersama,seperti malam-malam sebelumnya.
Malam ini,tidak terdengar suara lirih desahmu di telinga,hanya sayup-sayup nyanyian dengkur dari kiasan fatamorgana.
Malam ini,saya mulai ingin ke entah berantah atau terjerumus di lubang tanda tanya.
Namun ini hanya ke satiran.

Senja ini,senja kita...Dulu.
Kini,senja ku dan senja mu masih sama,berdua kita melewati tapi tidak dengan genggaman.
Malam ini berbintang,bintang dengan kilau sama.
Bintang yang mungkin kita beri nama bersama,tapi malam ini bintang ini tak bernama.
Saya,kini hanya bermain angan-angan,berpaju di lembah pararel atau klise,entahlah.
Namun ini hanya sebuah elegi.

Dan mari kita akhiri sajak ini.
Ingat,akhir bukan berarti berakhir.
Mari kita meredup.
Redup bukan berarti padam.
Ada fatamorgana,klise,pararel dan kamuflase.
Ada elegi,satir dan romantic.
Ada tanda tanya disetiap tanda seru.
Ada pilihan diantara sajak.

Dan saya memilih menuju lorong satir dengan debu di pundak. 
















Share:

Wednesday, 12 February 2014

Ada apa,dibalik "tidak ada apa-apa"?

"It's oke,semua akan baik-baik saja"...
"Tenang,semua akan indah pada waktunya"...
"Tersenyumlah,masih ada harapan untuk hari esok"...
"Tidak apa-apa,kamu hanya kurang beruntung"...

Sering mendengar kalimat-kalimat diatas?
Atau bahkan sudah terlalu sering?
Atau tiap hari,kata-kata itu terngiang?

Kata-kata yang akan sering terdengar,jika kita ada di posisi buruk,tak menguntungkan,lunglai bahkan terluka.
Orang-orang sekitar,orang-orang yang kita sayang,akan mengucapkannya,akan mengatakan dengan rasa iba atau kasihan.
Dan dengan sendirinya kita akan menjawab "saya baik-baik saja", "tidak apa-apa", "ini hanya sementara kok".
Entah jawaban itu,perasaan yang sebenarnya atau hanya untuk menenangkan diri saja.

Jika tiba-tiba teman kita sakit,lalu kita menjenguk dan bertanya "kenapa dia"?
Dengan seolah yakin dia akan jawab "saya tidak apa-apa,hanya tidak terlalu fit".Padahal dia kena kanker.
Jika,suatu saat kita melihat sebuah kecelakan ditengah jalan,lalu si koran dengan penuh darah,luka dan sedikit lunglai ditanyai "kau tidak apa-apa?" dengan yakin menjawab "saya tidak apa-apa hanya sedikit luka". Padahal darah bercecer dimana-mana.

Lihatlah,seorang anak kecil di kota metropolitan,berlari-lari mengejar bis untuk mengamen,dia tak sekolah,dia seperti tak punya masa depan bahkan dia tak tahu siapa orang tuanya. Dan ketika secara iseng kita tanyai "Bagaimana hidupnya?" dengan sedikit selengean di jawab "tidak apa-apa,bawa asyik aja".
Atau berapa banyak seorang gadis yang sebenarnya merasa sakit hati,ketika pria yang ia cintai lebih memilih wanita lain atau selingkuh dengan wanita lain. Ketika ditanyai "kamu kecewa,kamu sakit hati?" gadis itu selalu jawab "Bagian dari cinta adalah kesakitan dan aku sepenuhnya tidak terlalu sakit". Padahal tiap malam dia harus menangis,ketika melihat photo kekasihnya.

"Tidak apa-apa", "Enggapapa ko", "Sudah biasa,santai", "Tenang,baik aja"....
Adalah kalimat-kalimat yang punya 2 sisi makna,satu sisi untuk menenangkan diri sendiri,sisi lain adalah topeng untuk tak terlihat terluka.
Kata,yang seolah ingin membuat kita tegar,membuat kita berusaha menerima semua konsekuensi dalam hidup,membuat seolah kita kuat,tangguh bahkan terkadang mengucapkan kata diatas hanya untuk spirit untuk lekas bangkit.

Jadikanlah kata diatas sebagai mood boster,sebagai topeng bahwa kita lemah,seolah-olah kita kuat,semoga kita memang benar-benar kuat. 
Karna terkadang harus membual terlebih dahulu untuk tahu arti kejujuran.
Setelah semua benar-benar "tidak apa-apa",bangkitlah,selalu ada harapan cahaya setelah kegelapan.
Dan memang tidak ada apa-apa dibalik tidak ada apa apa.







Tulisan ini di dedikasikan untuk orang-orang yang selalu melawan setiap rasa sakit,jatuh,terpuruk dengan senyum dan tawa.
Untuk orang-orang yang selalu membuat orang disekitar merasa semua baik-baik aja.
















Share:

Monday, 10 February 2014

Mesin Penenun Hujan

Merakit mesin penenun hujan,hingga terjalin terbentuk awan.
Semua tentang kebalikan.
Terlukis,tertulis,tergaris diwajahmu.

Keputusan yang tak terputuskan,ketika engkau telah tunjukan.
Semua tentang kebalikan,kebalikan diantara kita.

Kau sakiti aku,kau gerami aku.
Kau sakiti,gerami,kau benci aku.
Tetapi esok nanti kau akan terdasar,kau temukan seorang lain yang lebih baik.
Dan aku akan hilang,ku akan jadi hujan,tapi tak akan lama,ku akan jadi awan.


Share:

Friday, 7 February 2014

We are not alright

Saya masih disini,dilorong kota,dimana kita pernah melewatinya.
Saya masih disini,ditaman,kita pernah berpuisi disini.
Saya masih disini,dilantai ini ,dimana dulu kita menghabiskan waktu & bercumbu.
Saya masih disini dengan semuanya disini,dengan A-Z,dari 0-9,hari ini.
Tapi saya tidak janjikan,saya tidak akan bersumpah bahwa esok,lusa dan waktu lain saya masih disini.

Semuanya tak pasti karna tidak ada yang pasti selain Tuhan & ketidak pastian.
Karna terkadang kita harus meredam ego untuk merasakan ketulusan.
Kita harus membual demi sebuah kejujuran.
Kita harus merasa mati suri untuk menikmati hidup.
Kita terkadang harus membunuh teman untuk menjadi teman terbaik.
Kita harus mengiris setiap kepingan daging untuk tahu rasa luka.
Dan kita harus menjadi orang lain terlebih dahulu sebelum mengerti arti diri kita sendiri.

Percayalah,terkadang idealis akan terkikis oleh system dan situasi.
Percayalah jika kasih sayang terkadang hanya bualan sajak puisi & keindahan kata.
Percayalah,kadang manusia akan menjadi iblis,manusia plastik atau bahkan men-Tuhan-kan dirinya sendiri.

Bernyanyilah entah sebuah lagu elegi,satir atau romantic.
It's everything gonna be okay.
But....We are not alright.



Share:

Saturday, 14 December 2013

Konservatif...

Pagi...
Ku saksikan engkau tertunduk sendiri...
Dengan kostum mu yang berkilau...
Dan angin sedang kencang-kencang berhembus.
Di sekitar alam mu.

Siang...
Dan aku kan berada di teras rumah mu...
Saat air engkau suguhkan dan kita bicara tentang apa saja...
Coba paparkan kelesuan dengan tangisan mu...
Biar mentari menghangatkan...

Sial...
Lambat laun telah menjadi malam...
Dan kini telah gelas ketiga...
Jam sembilan malam,aku pulang.
Bintang pasti mendengar percakapan kita.

 
Share:

Wednesday, 11 December 2013

Hal yang harus dilakukan ketika tanggal cantik...

Ada yang tahu sekarang tanggal berapa? Bulan berapa? Dan tahun berapa?  Yaya,sekarang tanggal 11 bulan Desember tahun 2013 atau kalau menurut angka 111213.
Keren ya? cantik ye? Maybe yes maybe no.
Karna menurut filsafah 'cantik'  'keren'  'unik' itu soal rasa bukan soal kesepakatan. Kita bisa bilang bahwa 'A' itu cantik atau 'B' itu unik tapi apa orang lain sepakat juga,maybe yes maybe no.

Sebagian orang merasa bahwa hari ini 111213 adalah tanggal atau hari unik,cantik atau apalah namanya tapi persoalannya kita yang engga ngerasa bahwa hari ini 'spesial' apa harus mengakui juga,ya engga lah...Ini bukan masalah kesepakatan jangan jadi bego ikut-ikutan.
So biar dibilang keren,so biar dibilang selalu mengikuti trend,yang ada malah kelihatan kaya ABG,labil.

Lagian satu-satunya sebab kenapa hari ini dibilang 'spesial' cuma hanya karna angka-nya aja,ya cuma karna angka. Ingat penekanan gw di kata 'cuma'. YOU KNOW lah arti kata 'cuma'.
Hari ini 'spesial' bukan karna tanggal lahir lo...
Hari ini 'spesial' bukan karna hari proklamasi negara lo...
Hari ini 'spesial' bukan karna hari lahir orang tua lo...
BUKAN,hanya karna angka,maka disebut 'spesial'.

Sebegitu ereksinya kah kita pada hal yang spesial,sebegitu rindukah kita pada hal yang spesial atau sebegitu tidak adakah hari yang spesial lain untuk di agung kan sehingga hari dengan tanggal unik saja kita jadikan spesial. 

Maka hal yang lo harus lakukan ketika merasa bahwa hari ini spesial dan lo harus ngelakuin yang spesial atau 'wah' adalah :

- Beli sepaket otak full beserta IQ-nya. Update otak dan IQ lo dengan yang fresh dan spesifikasi lebih tinggi.
- Pindah Agama...No comment. 



Share:

Saturday, 7 December 2013

BIG Theory.

Tulisan ini dibuat dengan kadar ke sombongan saya yang paling tinggi,tinggi didiri saya,tinggi di khayalak manusia lain. Diharap sediakan caci maki yang cukup,sediakan kondom sebagai alat pengaman ego atau tisu basah takut ditengah membaca ejakulasi.

Apa yang membuat seorang merasa manusia :
 - Memiliki alat vital.
 - Mengakui dia manusia dan Ke-Tuhanan Tuhan-Nya.
 - Dibaluti sombong dan ego yang mumpuni.

Nikmat mana yang paling indah :
 - Ejakulasi di saat yang tepat.
 - Nikmat diciptakan jasad manusia sebagai balutan jiwa.
 - Tertawa ketika sahabatmu menangis.

Seperti apa hal yang harus dibenci :
 - Ejakulasi dini dipelukan wanita bugil.
 - Di manusia-kan oleh manusia lain.
 - Ketika orang disekitar meraih bahagia.

Waktu yang indah dari alam :
 - Malam hari berpacu dipelana kencana diiringi desahan.
 - Berdialog dini hari dengan iblis durjana.
 - Menantang ombak disenja lalu membunuh kawan didermaga.

 Hal yang menjengkelkan :
 - Di senyumi seorang gadis.
 - Mati ditengah kata.
 - Terbunuh theory sendiri.

Detik ini yang ingin dilakukan :
 - Mengencani seorang wanita yang sedang membaca tulisan ini.
 - Membunuh manusia plastik yang sedang membaca tulisan ini.
 - Meranjam manusia yang ingin di manusia-kan dan sedang membaca tulisan ini.

Big Theory,big konsekuensi,big nalar.

" Dan sesungguhnya,tulisan ini akan melukai pembaca-nya sendiri,sebelum menyembah penulisnya".

Sombong? IQ???
 


Share:

Saturday, 28 September 2013

Semesta jalang

Mengabdi pada puisi beserta seluruh maknanya...
Membaptiskan diri pada sajak beserta kaidahnya...
Memaknai kalimat dengan cinta dan rindu...

Apa yang membuat manusia,melupakan alam-nya...
Apa alasan manusia tidak mencintai asal tanahnya...
Manusia memang makhluk bodoh.

Tawa matahari menyapa,aksara berubah bara...
Sedihnya rembulan sembunyi,hanguskan kertas...
Langit,langit...jangan runtuh sebelum sajak ini berakhir.

Ranting kering menuju surga,damailah...
Daun daun jatuh menyentuh tanah,terinjak,kotor...
Pohon tua bersandar,dimana sang air.

Hujan hari ini,hujanlah...
Hujan hanya khayalan,kiasan dalam kata...
Hujan tak akan turun,malah akan naik.

Mengabdilah pada puisi dan seluruh alam.
Baptiskan diri dengan sajak,mengabdi,seperti langit dan bintang-nya.
Maknai,pahami alam seperti memaknai cinta didalam rindu.

Sajak sajak terhapus dari kertas kayu...
Puisi luntur diatas kertas berpena oleh hujan...
Semesta,semesta...gonjang ganjing.
Share:

Saturday, 21 September 2013

Hallo,para gadis...

Mari kita melakukan perbandingan...
Berbandingan dalam kaidah ke ngawuran dan ke bebasan...
Perbandingan yang menganut ide dari ke kacauan dan putusnya syaraf otak...
So...ini tidak mutlak tapi bisa terjadi dialam nyata dan kenyataan terjadi.

Apa perbandingan/perbedaan dari seorang wanita,perempuan,gadis dan cewe??? pemisah kata??? tergantung pada siapa orang yang kita sebut??? atau rekaan bahasa saja?.
Menurut teori absurd saya sangat jelas bedanya. Ya,saya pastikan sangat jelas perbedaannya.

- Wanita adalah sosok yang melahirkan kita.
- Perempuan yang melahirkan anak kita.
- Gadis yang membuat pria melahirkan anak-nya tanpa rahim.
- Dan cewe yang melahirkan anak siapa saja.

- Wanita adalah makhluk yang membaca ayat suci diwaktu sore hari.
- Perempuan,akan diam didapur berteman tungku berabu disore hari.
- Gadis berdandan molek lalu tertawa keras dijembatan pada waktu sore.
- Dan cewe masih nyaman ditempat tidur dengan sisa sisa lendir.

Sudah tahu kan bedanya??? Mari lanjutkan teori kekacauan ini.

- Wanita akan bercadar putih lalu diam dikamar.
- Perempuan akan menutup kepala berwarna hitam lalu berpuisi di depan rumahnya.
- Gadis mengenakan baju kuning,pergi ke rumah tetangganya dan berbincang tentang apa saja
 - Cewe berkaos penuh warna,brbelanja ke pasar,disiuli dijalan lalu memaki yang menyiulinya

Dan...Mari akhiri kekacauan ini,ini sudah lebih dari cukup untuk membuat para cewe...saya yakin yang marah hanya cewe... Ya hanya cewe,kalau gadis paling mencak-mencak sambil mengucap umpatan serapah.

Hallo...para gadis.








Share: